Tubuh Semakin Membungkuk, Tapi Mak Amah Tetap Memungut Rongsokan Demi Hidup Nya

Tubuh Semakin Membungkuk, Tapi Mak Amah Tetap Memungut Rongsokan Demi Hidup Nya

Rp 100.000
terkumpul dari Rp 30.000.000
4 Donatur
27 hari lagi
Donasi Sekarang!
Terakhir diperbarui pada 29 May 2026 00:00 WIB

Penggalang Dana

Lentera Pijar Kebaikan

Lembaga Resmi Terverifikasi

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

26 May 2026
  • Namanya Mak Amah, seorang nenek berusia 88 tahun yang menjalani hari tuanya seorang diri. Di usia yang sudah sangat renta, ketika banyak orang seusianya menikmati waktu bersama anak dan cucu, Mak Amah justru masih harus berjuang di jalanan demi bertahan hidup. Setiap pagi, Mak Amah berjalan pelan menyusuri gang dan pinggir jalan sambil menggendong karung besar di punggungnya. Dengan tubuh yang membungkuk dan langkah yang tak lagi kuat, beliau memungut rongsokan satu per satu untuk dijual kembali. Panas terik, hujan, hingga rasa sakit di tubuhnya tak pernah benar-benar menghentikan perjuangannya. Suami Mak Amah telah lama meninggal dunia. Sejak saat itu, beliau hidup sebatang kara tanpa pendamping. Mak Amah juga tidak memiliki anak yang bisa menemani ataupun merawatnya di masa tua. Kini beliau tinggal sendiri di sebuah kontrakan kecil yang sederhana. Tempat itulah yang menjadi satu-satunya tempat Mak Amah beristirahat setelah seharian berjuang mencari rongsokan. Penghasilan Mak Amah sangat kecil dan tidak menentu. Dari mengumpulkan barang bekas sambil menggendong karung berat, beliau biasanya hanya mendapatkan sekitar Rp15 ribu hingga Rp20 ribu per hari. Uang itu harus cukup untuk makan, kebutuhan sehari-hari, hingga membayar kontrakan. Saat rongsokan sedang sedikit, Mak Amah hanya bisa pasrah menahan lapar. Yang membuat hati terasa pilu, di usia 88 tahun Mak Amah masih harus memikul beban berat seorang diri. Tubuhnya semakin lemah, tetapi beliau tetap bertahan demi bisa melanjutkan hidup. Meski begitu, Mak Amah dikenal sebagai sosok yang sabar dan jarang mengeluh. Di tengah segala keterbatasannya, Mak Amah memiliki satu harapan sederhana. Beliau ingin memiliki sedikit modal usaha untuk membuka warung kecil di depan kontrakannya. Bagi Mak Amah, warung kecil itu bukan untuk mencari keuntungan besar, melainkan agar beliau tidak perlu lagi berjalan jauh sambil menggendong karung berat setiap hari. Mak Amah hanya ingin menjalani sisa hidupnya dengan lebih tenang. Duduk di warung kecil miliknya sendiri, menyapa orang-orang yang lewat, dan tidak lagi bertarung dengan kerasnya jalanan di usia senja. Mak Amah tidak pernah meminta hidup mewah. Beliau hanya ingin hidup lebih layak dan memiliki kesempatan untuk beristirahat setelah puluhan tahun berjuang sendirian.
  • 1.Klik tombol “DONASI SEKARANG” 2.Masukkan nominal terbaik yang Sahabat mampu 3.Pilih metode pembayaran yang tersedia Mohon bantu juga untuk bagikan halaman galang dana ini, agar semakin banyak tangan baik yang ikut menggenggam harapan Mak Onah.



Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.

Doa & Donasi Teman Peduli

Gama Yuniharizky

28 May 2026 - 18:24
Rp 20.000
Amin
JADI#SirkelBaik