Di Ujung Usia, Mak Nunah Masih Harus Berjuang Untuk Bertahan Hidup

Di Ujung Usia, Mak Nunah Masih Harus Berjuang Untuk Bertahan Hidup

Rp 153.500
terkumpul dari Rp 30.000.000
6 Donatur
1 hari lagi
Donasi Sekarang!
Terakhir diperbarui pada 23 March 2026 09:00 WIB

Penggalang Dana

Ayo Kita Peduli

Lembaga Resmi Terverifikasi
Menggalang Dana Untuk:
Berbagi Keberkahan Di Bulan Ramadhan

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

23 February 2026

“Hari ini emak belum dapet uang, karena ga ada yang ziarah” keluh Mak Nunah sambil menundukkan kepalanya. 

 

Tak dapat memastikan berapa uang yang bisa dibawa pulang untuk beli makan, Mak Nunah hanya mengandalkan uluran santunan dari para peziarah. 

Nenek dengan postur tubuh membungkuk ini masih semangat menekuni profesinya sebagai tukang pembersih makam sejak usianya 20 tahun. 

Sakit sering dirasakan, setiap hari Mak Nunah berjalan dengan kondisi tulang punggung yang sudah membungkuk. Apalagi dulunya emak sering mengangkat beban berat kayu bakar dan padi kering untuk bertahan hidup. Mak Nunah tak ada biaya untuk memeriksa kondisi tulangnya ke dokter.

 

Di usianya yang sudah berkepala delapan, Mak Nunah harus menjalani kehidupan dengan penuh perjuangan demi bisa bertahan hidup. Emak Nunah tidak bisa hanya bergantung pada penghasilan anaknya yang hanya seorang buruh cuci dengan upah hanya sekitar 30 ribu perhari atau menantunya yang hanya bekerja sebagai buruh harian lepas karena penghasilan mereka bergantung pada panggilan yang ada serta sangat tidak menentu.

 

Berjalan tertatih-tatih dengan nafas yang terengah-engah, Mak Nunah membersihkan daun yang berjatuhan di sekitar makam dengan alat seadanya sambil berharap di hari itu ada peziarah yang memberinya sepeser upah untuk bisa makan.

Meskipun usianya sudah senja, Mak Nunah tetap gigih bekerja sebagai pembersih makam untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Namun, penghasilan menjadi pembersih makam yang sangat minim membuat hidupnya penuh dengan kesulitan. 

 

Sahabat berdampak, dengan melihat keadaan Mak Nunah yang memprihatinkan, Ayo Kita Peduli bermaksud untuk membantu Mak Nunah agar dapat hidup lebih sejahtera. Di bulan Ramadhan ini mari kita bantu sebarkan campaign ini dan berdonasi. Bantuan donasi yang diberikan akan disalurkan untuk biaya paket sembako, santunan tunai untuk Mak Nunah serta kebutuhan lainnya. Kalian dapat berdonasi dengan cara :

  1. Klik “Donasi Sekarang;
  2. Masukan nominal donasinya;
  3. Pilih metode pembayaran;
  4. Dapatkan laporan via email.

 

 

Beberapa informasi:

*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan. 

Contact and More Information:

Instagram: @ayokita.peduli

WhatsApp: +62 821-2908-8174

Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com

*Page ini merupakan page Campaign Utama dan memilki turunan page Fundraiser sebagai medium penyebaran informasi dan penggalangan dana untuk para penerima manfaat. 

*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama.

Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.

Doa & Donasi Teman Peduli

Anonim

19 March 2026 08:14
Rp 23.500
Amin