Ama Ida (65 tahun) kini menjalani hari-harinya seorang diri. Di usia yang sudah renta, beliau masih harus berjalan keliling desa demi menjual pisang agar bisa bertahan hidup. Dengan tubuh yang mudah lelah dan kondisi lambung yang sering kambuh, Ama Ida tetap memaksakan diri berjualan meski sering menahan sakit dan perut kosong.
Setiap hari Ama Ida berjalan membawa dagangannya sambil berharap ada yang membeli. Namun tak jarang, pisang yang dijual justru ditawar dengan harga sangat murah. Ama Ida pun terpaksa menjual rugi karena jika tidak segera habis, dagangannya akan membusuk dan ia tidak memiliki uang untuk makan.
Penghasilan Ama Ida sangat tidak menentu. Bahkan untuk mendapatkan Rp200 ribu dalam sebulan saja sudah menjadi hal yang sangat disyukuri. Karena keterbatasan biaya, Ama Ida tidak mampu berobat ataupun membeli obat untuk penyakit lambung yang dideritanya.
Dulu Ama Ida sempat berjualan sayur keliling untuk mencukupi kebutuhan hidup. Namun karena banyak pembeli yang berhutang dan tidak membayar, usahanya mengalami kerugian besar hingga akhirnya bangkrut.
Kini Ama Ida tinggal di rumah sederhana milik keluarganya yang telah meninggal dunia. Kehidupannya dipenuhi kesepian. Orang-orang terdekat yang dulu menemani satu per satu telah tiada, sementara anak-anaknya sudah lama tidak datang menjenguk.
Saat kondisi tubuhnya melemah, Ama Ida hanya bisa berusaha bertahan seorang diri. Tidak ada tempat bergantung, tidak ada yang membantu saat sakit datang. Di tengah keterbatasan itu, Ama Ida tetap berjuang agar bisa makan dan melanjutkan hidup.
Mari bersama ringankan beban Ama Ida dan bantu beliau menjalani hidup yang lebih layak. Uluran tanganmu bisa menjadi harapan baru bagi Ama Ida di masa tuanya. Klik tombol “DONASI SEKARANG” untuk membantu Ama Ida.