Bantu Ibu Yasin Yang Bergantung Pada Sampah Untuk Anaknya Sekolah

Bantu Ibu Yasin Yang Bergantung Pada Sampah Untuk Anaknya Sekolah

Rp 0
terkumpul dari Rp 30.000.000
0 Donatur
31 hari lagi
Bantu Sekarang
Terakhir diperbarui pada 13 May 2026 00:00 WIB

Penggalang Dana

Global Sedekah Movement

Lembaga Resmi Terverifikasi

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

12 May 2026

Bu Nur, yang akrab dipanggil Mama Yasin (47 tahun), sudah 20 tahun tinggal di kampung kumuh pemulung di Jakarta. Meski di sekelilingnya berdiri gedung tinggi dan hotel mewah, hidupnya tidak ikut menjadi mewah. Ia harus bekerja keras sebagai pemulung. Penghasilannya hanya sekitar Rp30.000 per minggu dari rongsokan yang dikumpulkan selama seminggu. Jumlah itu tentu tidak cukup untuk makan keluarganya. Bahkan, tidak jarang Mama Yasin dan Haikal harus menahan lapar saat mulung dan makan sisa makanan yang dipungut dari tempat sampah.

Belum lagi biaya sekolah anaknya yang menunggak 4 bulan (Rp50.000 per bulan). Sepatu Haikal dan Abid sudah sempit hingga terasa sakit saat dipakai. Abid juga pernah meminta sepeda agar bisa pergi ke sekolah yang jaraknya cukup jauh. Namun Mama Yasin hanya bisa berkata sabar sambil meminta doa dari kedua anaknya. Mama Yasin memiliki 12 anak dari dua suami, beberapa di antaranya telah meninggal. Kini ia tinggal di bedeng kecil berukuran 2x3 meter dari bahan bekas di atas tanah sengketa milik orang lain, bersama dua anaknya yang masih kecil, Abid (10 tahun) dan Haikal (5 tahun). Anak-anak lainnya sudah menikah dan bekerja, namun kondisinya tidak jauh berbeda secara ekonomi.

Suaminya meninggal saat Haikal masih 3 bulan dalam kandungan, akibat kerusakan organ karena kecanduan obat-obatan terlarang dan minuman keras. Suatu hari Haikal bertanya karena melihat teman-temannya memiliki ayah, “Mah… aku gak punya Bapak ya?” Dengan menahan air mata, Mama Yasin menjawab, “Kan Bapak Haikal sudah meninggal, kuburannya jauh…” Kini Abid dan Haikal menjadi yatim. Mama Yasin harus berjuang sendiri menghidupi dan menyekolahkan mereka. Setiap hari pukul 05.00 pagi hingga 08.30, Mama Yasin dan Haikal berkeliling Jakarta berjalan kaki menarik gerobak tua mencari rongsokan. Haikal sering ikut mendorong gerobak agar beban ibunya lebih ringan. Pukul 09.00 Haikal sekolah PAUD hingga pukul 10.00. Setelah itu, mereka kembali mulung hingga sekitar pukul 17.00. Malamnya, pukul 18.00, Haikal mengaji di pengajian gratis Dakwah Marjinal untuk anak-anak kampung tersebut. Sebenarnya Mama Yasin tidak ingin Haikal ikut mulung. Ia kasihan karena Haikal masih kecil harus kepanasan di jalan raya yang ramai kendaraan. Bahkan Haikal pernah tertabrak ojek hingga terpental, keningnya robek dan harus dijahit hingga meninggalkan bekas. Namun Haikal tidak pernah mau ditinggal.

“Kalau di rumah sama Mamah, kalau pergi ya sama Mamah… pengen bantuin Mamah,” kata Haikal. Tak jarang Mama Yasin dituduh memanfaatkan anak kecil agar dikasihani. Bahkan ada yang menuduh ia memberi obat tidur saat Haikal tertidur di gerobak. Padahal mereka benar-benar mencari rongsokan, bukan mengemis. Yuk berdonasi sekarang. Bantu Mama Yasin, Haikal, dan Abid agar bisa hidup lebih baik, tetap sekolah, dan tidak harus berjuang dari tumpukan sampah setiap hari.

  1. Klik Tombol Donasi Sekarang
  2. Masukkan nominal donasi
  3. Pilih metode pembayaran (Go-Pay/ OVO/virtual account)
  4. Dapatkan Laporan Via Email

Disclaimer: Dana yang terkumpul akan digunakan untuk pemenuhan modal Usaha Mama Yasin, Biaya Pendidikan dan Pemenuhan penunjang Pendidikan Haikal dan Abid, Pemenuhan kebutuhan bulanan keluarga Mama Yasin serta jika terdapat kelebihan dana akan digunakan untuk membantu para Penerima manfaat lainnya yang berada dibawah naungan Yayasan Global Sedekah Movement.

Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.
JADI#SirkelBaik