‎Pilu! Mas Agus Disabilitas Keluarga Veteran Hidup Dengan Kondisi Tak Layak

‎Pilu! Mas Agus Disabilitas Keluarga Veteran Hidup Dengan Kondisi Tak Layak

Rp 0
terkumpul dari Rp 30.000.000
0 Donatur
30 hari lagi
Donasi Sekarang
Terakhir diperbarui pada 07 August 2026 03:00 WIB

Penggalang Dana

Ruang Harsa

Lembaga Resmi Terverifikasi

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

06 August 2026

‎Veteran memiliki peran penting melindungi negara dari serangan negara lain. Sebagai bentuk apresiasi setelah berjuang untuk negara, sudah seharusnya Veteran dan keluarganya mendapatkan hidup layak. Namun. Apakah kenyataannya demikian? ‎ ‎Semasa hidupnya, Pak Kasman adalah seorang Veteran Dwikora yang pernah tinggal di rumah sederhana yang sudah sangat tidak layak bersama keluarga besarnya, saat ini ada 10 orang / 4 Kepala Keluarga yang tinggal di rumah tersebut. Salah satunya adalah Mas Agus yang kini berusia 54 tahun adalah keponakan dari Pak Kasman. ‎ ‎"Dulu Paman berjuang dalam konfrontasi melawan pembentukan Federasi Malaysia, sampai akhir hayatnya beliau tinggal di rumah ini bersama kami" Ujar Mas Agus.

‎Di rumah inilah keluarga Mas Agus berlindung dari matahari, hujan, dan dinginnya angin malam. Kondisinya jauh dari kata layak. Karena kondisi dinding dan atap banyak yang sudah rapuh dimakan usia. ‎ ‎Mas Agus seorang difable, tangan kirinya menekuk sedangkan kaki kirinya sangat kecil. Berbeda dengan kaki kanannya yang bisa digunakan dengan normal. Untuk berjalan ia harus menggunakan alat bantu. ‎ ‎Mas Agus sehari-hari bekerja sebagai penjual stiker keliling, dalam sebulan hanya mendapatkan 300ribu. Meskipun ia belum menikah dan tidak memiliki tanggungan, penghasilan yang didapat jauh dari kata cukup. Jangankan untuk memperbaiki rumah atau kamarnya sendiri, untuk makan sehari-hari saja kesulitan. ‎ ‎"Terima kasih Tuhan, Engkau luar biasa. Berilah kesehatan dan kekuatan pada hari ini. Berilah semangat dalam kehidupan ku. Haleluya. . amin” Ujar Mas Agus. ‎Dari pagi hingga sore hari Mas Agus berkeliling menawarkan jualannya, bahkan kalau jualannya belum banyak yang laku, sering kali Mas Agus harus keliling sampai malam. ‎ ‎Mas Agus bercerita, duka selama ia berkeliling berjualan, ada saja yang menghina fisiknya. Namun hinaan itu selalu ia maafkan dan tak pernah masuk di hati. "Biar Tuhan yang membalasnya. Saya selalu memaafkan mereka, orang yang menghina dan menyakiti saya" Tambahnya. ‎ ‎Meski keadaan ekonomi jauh dari kata di atas rata-rata, Mas Agus dan keluarga tetap bersyukur. Layaknya keluarga pejuang, ia selalu teringat apa yang pernah disampaikan mendiang pamannya. "Nilai-nilai perjuangan tidak boleh hilang dalam diri kita walaupun sedang dalam kesusahan" ‎Harapannya ia ingin sekali mempunyai toko kecil untuk berjualan roti bakar, juga ingin sekali memperbaiki tempat tinggalnya. ‎ ‎Sahabat Kebaikan, di Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2026 mendatang, Kami ‎mengajak sahabat semua untuk memberikan bantuan dan apresiasi untuk Mas Agus dan keluarga. Tentu apa yang kita berikan nanti tidak akan sebanding dengan perjuangan almarhum Pak Kasman. ‎ ‎Disclaimer: Apresiasi di Hari Kemerdekaan 17 Agustus mendatang, akan menyalurkan apresiasi dalam bentuk program bedah rumah untuk para keluarga Veteran, modal usaha dan kebutuhan lainnya yang belum terpenuhi. Juga akan diberikan kepada para penerima manfaat lainnya dibawah naungan Yayasan Ruang Harsa Bestari.


Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.
JADI#SirkelBaik