“16 tahun yang lalu nyawa saya hampir tak tertolong karena tersengat listrik bertegangan tinggi. Dalam kondisi kritis terpaksa kedua tangan ini diamputasi. Hidup saya jatuh, namun saya berusaha ikhlas untuk menjalani hidup" Ujar Mas Prayitno
Kejadian pahit itu berawal ketika ia bekerja sebagai kuli bangunan, tak sengaja besi yang dipegangnya mengenai kabel listrik bertegangan tinggi. Seketika pada waktu itu Mas Prayitno terjatuh dan tidak sadarkan diri diakibatkan tersengat listrik, lalu dilarikan ke rumah sakit.
Kenyataan yang sangat pahit harus ditelan oleh Mas Prayitno dan keluarga, menurut dokter kedua tangannya tidak bisa diselamatkan dan harus segera diamputasi jika tidak ingin merembet ke infeksi yang nantinya akan mengancam nyawanya.
Takdir mengambil kedua tangan Mas Prayitno, saat itu ia sempat nyaris putus asa. Bagaimana ia melanjutkan hidup dengan kondisi seperti ini? Ia hanya akan menjadi beban keluarga.
"Saya anak tunggal dan tinggal berdua sama ibu, beliau lah yang selama ini selalu memberi semangat." Ujar Mas Prayitno
Demi menyambung hidup dan menafkahi sang ibu, ia rela merantau untuk mencari pekerjaan. Namun segalanya lagi-lagi tak berjalan dengan mulus. Dikarenakan kondisinya tidak sempurna, beragam penolakan pekerjaan harus ia telan. Pada akhirnya ada orang baik yang menerima kondisinya dan Mas Prayitno bekerja sebagai tukang jahit di salah satu konveksi.
"Sebelum diamputasi padahal saya gak bisa jahit, kuasa Allah pada waktu itu bisa kerja sebagai penjahit selama hampir 8 tahunnya. Namun, dikarenakan orderan semakin sepi jadi saya memilih mencari pekerjaan lain" Ujar Mas Prayitno
Sudah hampir setahun ia bekerja menjadi kurir online pengantar barang dan makanan. Bersyukur Mas Prayitno masih bisa bekerja sampai saat ini, namun itu pun selalu ada tantangan yang menguji kesabarannya. Seperti beberapa minuman yang ia bawa tumpah atau karena barang yang dibawa cukup banyak dan berat, ia kesulitan. Namun itu semua tetap dijalankan.
"Sudah 3 kali saya dapat orderan fiktif, yang paling banyak 150rb. Padahal tadinya uang itu mau saya kirimkan buat ibu di kampung" Ujar Mas Prayitno
Mas Prayitno bekerja dari pagi hingga malam, pendapatan yang diperolehnya sekitar 50-100 ribu sehari. Setiap hari ia harus membagi hasil jerih payahnya untuk bayar kontrakan, untuk ibunya di kampung dan kebutuhan sehari-hari. Tak jarang ia harus menghemat makan, agar ia dapat
mengirimkan uang lebih banyak untuk sang ibu dikampung.
"Saya ingin menabung agar saya bisa pulang kampung dan buka usaha disana. Kasian ibu sudah sepuh dan gak ada yang menemani. Tapi kondisinya saat ini sulit, orderan sepi banget" Ujar Mas Prayitno
Di Dalam lubuk hatinya yang paling dalam, selain ingin buka usaha di kampung ia pun ingin berangkatkan umroh bersama sang ibu.
Sahabat Kebaikan, begitu mulianya harapan Mas Prayitno. Maukah membantu mewujudkan harapannya? Agar ia bisa berkumpul dengan sang ibu dan memberikan hadiah terbaik untuk ibunya.
Tidak hanya berdonasi, kalian juga bisa membagikan halaman galang dana ini agar semakin banyak tangan baik yang ikut menggenggam harapan mereka.
Beberapa informasi:
*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan.
Contact and More Information:
Instagram: @ayokita.peduli
Email:ayoberdampakberdaya.id@gmail.com
*Page ini merupakan bagian dari program Semua Berhak Nyaman.
*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama.
*Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memberikan Paket Sembako, Bantuan Modal Usaha Penerima Manfaat, dan Bantuan Lainnya kepada para penerima manfaat yang membutuhkan. Selain itu hasil donasi juga akan disalurkan untuk penerima manfaat lainnya berdasarkan analisa kebutuhan pihak Yayasan.
Assalamua'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Hallo, Sobat Berdampak!
The Power of Kindness merupakan program dari Ayo Kita Peduli yang bertujuan untuk membuktikan bagaimana kekuatan dari sebuah uluran tangan kebaikan satu orang dapat berdampak besar ke hidup orang lain. Bantuan ini tidak hanya membuat mereka bahagia saja, tetapi juga menjdi sebuah rasa syukur besar karena mereka dapat pengakuan bahwa mereka berhak untuk dirayakan dan hidup layak tanpa syarat apapun. Dengan ini, kami berharap kita semua dapat memberikan uluran tangan kebahagiaan lebih banyak lagi dan tak terbatas. Mereka yang berhak menerima bantuan ini adalah mereka yang tidak sempat mengeluh untuk capeknya hidup.
Sekali lagi, Alhamdulillah kebaikan-kebaikan ini sudah tersampaikan dengan baik dan amanah. Terima kasih atas kasih uluran tangan yang tidak pernah habis.
Salam hangat,
Ayo Kita Peduli