Rawat Cucu Yatim Seorang Diri! Bantu Lansia Penjual Sayur Bertahan Menyambung Hidup

Rawat Cucu Yatim Seorang Diri! Bantu Lansia Penjual Sayur Bertahan Menyambung Hidup

Rp 270.000
terkumpul dari Rp 30.000.000
4 Donatur
28 hari lagi
Donasi Sekarang
Terakhir diperbarui pada 31 August 2026 12:00 WIB

Penggalang Dana

Arah Cahaya

Lembaga Resmi Terverifikasi
Menggalang Dana Untuk:
Lansia Sebatangkara Bertahan Jual Sayur, Berjuang Demi Cucu

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

28 August 2026

Mbah pariyem ( 73 th ) sudah sangat senja, penglihatannya mulai kabur, dan langkahnya tak lagi kuat seperti dulu. Namun setiap hari, ia tetap memaksakan diri keluar rumah untuk mencari nafkah.

Dengan membawa beberapa dagangan sayuran, mbah pariyem berjalan dari rumah ke rumah menawarkan dagangan. si mbah hanya mendapat upah rata rata Rp10.000-20,000 untuk setiap harinya. Jumlah yang sangat kecil, namun itulah satu-satunya cara yang masih bisa ia lakukan untuk bertahan hidup. Di balik perjuangan berat itu, ada satu alasan yang membuat si mbah terus bertahan adalah cucunya yang masih kecil.

ada cerita yang sangat sedih di balik kehidupan mbah pariyem anak beliau perempuan merantau di papua bersama suaminya, di saat anaknya hamil 8 bulan dalam kondisi sakit dan harus di operasi, anak simbah meninggal dunia dan hanya bisa menyelamatkan cucunya yang masih didalam kandungan, karena keterbatasan ekonomi, jasad anaknya tidak bisa dibawa pulang dan harus dimakamkan di sana, singkat cerita cucunya yang masih kecil di rawat si mbah, dan ditinggalkan bapaknya yang keberadaanya kini entah kemana "aku kalau ingat anakku pasti aku sedih dan nangis mas," ucapnya lirih si mbah. Di balik perjuangan berat itu, simbah harus menghidupi dan merawat cucunya seorang diri, Kondisi fisiknya sebenarnya sudah tidak memungkinkan untuk bekerja seperti itu. Namun mbah pariyem tidak punya pilihan lain. Jika ia berhenti berjualan, maka tidak ada pemasukan untuk menyambung hidup. Mbah pariyem bukan hanya menjadi nenek untuk cucunya, Beliau juga menjadi ibu, pelindung, sekaligus tempat bergantung satu-satunya bagi cucunya. Meski hidup dalam keterbatasan usia, mbah pariyem selalu berusaha memastikan cucunya tetap bisa makan dan merawatnya dengan sabar. Ia rela mengorbankan masa tuanya demi memberikan masa depan yang lebih baik bagi cucunya. Mari kita ulurkan tangan dan menunjukkan kepedulian kepada simbah


Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.

Doa & Donasi Teman Peduli

Anonim

30 August 2026 21:19
Rp 20.000
Amin
Sehat ya mbah , mugi berkah ..