Mbah Sakim (73th) merupakan lansia yang berjuang untuk melanjutkan hidup. Menjadi penjual tahu keliling selama 14 tahun dengan sepeda tuanya.
Di usia yang tak lagi muda, setiap beliau harus keliling sejauh 10 KM demi mendapatkan upah 10-15 ribu. Tahu yang ia jual di dapatkan dari pedagang tahu di pasar yang beliau ambil setiap harinya. Harga per satu biji dijual 2 ribu saja.
Banyak sekali perjuangannya di jalanan, seperti hari ini sudah jam 12 malam tapi Mbah masih belum pulang. Mbah terlihat seperti linglung, terrnyata Mbah kelelahan dan kelaparan.
Sedangkan Mbah gak punya uang sama sekali karena hujan sehingga jualan tahunya gak laku seharian. Sambil menahan lapar dan haus, Mbah cuma bisa duduk istirahat di emperan toko sampai besok pagi. Badannya udah gemetar dan wajahnya pucat.
Mbah ingin pulang tapi malangnya, rantai sepedanya putus. Mbah tak sanggup lagi untuk mendorong sepedanya karena jaraknya dari sini ke rumahnya sekitar 10 KM.
Sepeda tua itu sering rusak dan bermasalah saat digunakan. Mbah Sakim ingin sekali memiliki sepeda baru.
Mbah berharap bisa hidup layak di masa tuanya. Tak lagi bekerja keliling karena tubuhnya sudah renta.
Teman-teman, mari kita support perjuangan Mbah Sakim dan berikan beliau uluran tangan dengan cara:
Assalamualaikum wr. Wb.
Salam sejahtera untuk kita semua
Assalamualaikum Wr.Wb
Hallo, Apa kabar Donatur
Semoga senantiasa diberikan kesehatan, kebahagiaan, umur panjang yang barokah serta apa yang menjadi hajat/keinginan para donatur dapat tercapai. Aamiinn...
Alhamdulillah Yayasan Bina Mulia telah menyalurkan Bantuan dari Donatur kepada mbah Sakim (Lansia Penjual Tahu Keliling), Bantuan Berupa Sembako, Kebutuhan Harian, Baju, Obat-Obatan dan Santunan.
Saat penyaluran mbah sakim sedang tidak berjualan karena beliau kecapekan dan agak kurang sehat. Mbah sangat berterimakasih kepada para donatur yang telah membatu penggalangan dana ini semoga para donatur di berikan kesehatan, dilancarkan rezekinya dan diberikan umur yang panjang.
Terima kasih para donatur, telah membuat mbah sakim tersenyum...
salam hangat,
Yayasan Bina Mulia Surabaya