Di usianya yang baru 5 tahun, Adik Nafisa belum pernah merasakan masa kecil seperti anak-anak lainnya. Tak ada tawa berlari, tak ada bermain bersama teman sebaya. Hari-harinya hanya dihabiskan di atas tempat tidur, dengan tubuh kecil yang tak mampu lagi bergerak.
Semua bermula saat Nafisa masih berusia 7 bulan. Kala itu, Nafisa mengalami demam tinggi. Sempat membaik, namun tiba-tiba tubuhnya kejang hebat dan tak sadarkan diri. Kedua orang tuanya, Pak Deden (31 tahun) dan Bu Barkah (31 tahun), panik dan segera membawanya ke rumah sakit.
Setelah pemeriksaan panjang, dokter menyampaikan kabar yang menghancurkan.Nafisa didiagnosa meningitis akibat infeksi virus yang menyerang paru-paru dan otaknya. Sejak saat itu hidup Nafisa berubah.

Serangan penyakit tersebut merusak saraf di otaknya hingga membuat seluruh tubuh Nafisa tidak bisa bergerak, kaku. Hingga kini, Nafisa juga masih mengalami kejang hampir setiap hari. Bahkan untuk makan dan minum pun Nafisa tidak bisa seperti anak lain.
Sejak bayi, Nafisa harus menggunakan selang khusus untuk makan dan minum. Dokter hanya memperbolehkannya mengkonsumsi susu khusus. Dalam sebulan, Nafisa membutuhkan sekitar 15 box susu agar tubuh kecilnya tetap memiliki tenaga untuk bertahan. Di tengah kondisi itu, hati seorang ibu tentu tak pernah benar-benar kuat.
“Kadang lihat anak-anak seusianya sudah pada sekolah… suka sedih. Tapi yang penting anak aku sehat aja sudah,” ujar Bu Barkah lirih.
Tak sedikit orang yang menyarankan agar keluarga ini “mengikhlaskan saja”. Namun bagi Bu Barkah, Nafisa adalah amanah yang harus dijaga sekuat mungkin. Sebagai seorang ibu, ia ingin terus berusaha melakukan yang terbaik demi kesembuhan anaknya.

Perjuangan mereka pun tidak mudah. Suatu waktu saat Nafisa harus kontrol berobat, Pak Deden dan Bu Barkah bahkan sampai menggadaikan motor satu-satunya demi biaya pengobatan sang anak.

Kini Nafisa masih harus rutin menjalani kontrol setiap bulan untuk pengobatan dan obat epilepsinya agar kejangnya bisa dikendalikan.
Pak Deden sendiri hanyalah seorang karyawan di gudang, ayah sederhana yang berusaha sekuat tenaga mencukupi kebutuhan anaknya.Namun biaya susu khusus, pengobatan, dan kebutuhan Nafisa seringkali terasa begitu berat bagi mereka.
Di tengah keterbatasan itu, harapan keluarga kecil ini kini bergantung pada kepedulian orang-orang baik.
Sahabat Kebaikan, Mari bersama kita bantu Adik Nafisa agar tetap bisa menjalani pengobatan dan mendapatkan kebutuhan yang ia perlukan untuk bertahan hidup.Setiap doa dan bantuan yang diberikan akan menjadi harapan baru bagi Nafisa dan keluarganya.
Disclaimer: Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk membantu kebutuhan pengobatan Adik Nafisa, seperti susu khusus, obat epilepsi, serta kebutuhan medis lainnya. Selain itu, donasi juga dapat digunakan untuk implementasi program kemanusiaan dan membantu penerima manfaat lainnya di bawah naungan Yayasan Ruang Harsa Bestari.
1.Klik tombol “DONASI SEKARANG”
2.Masukkan nominal terbaik yang Sahabat mampu
3.Pilih metode pembayaran yang tersedia
