Di usia 82 tahun, Emak Mirah masih harus berjuang seorang diri demi bertahan hidup. Di tengah kondisi tubuh yang semakin renta, Emak setiap hari berkeliling mencari rongsokan untuk dijual. Penghasilannya pun sangat kecil, tidak lebih dari Rp40.000 per minggu, bahkan sering kali hanya mendapatkan Rp5.000 jika rongsokan yang terkumpul sedikit.
Pekerjaan berat tersebut membuat Emak kerap terjatuh saat berjalan mencari rongsok. Kaki yang sudah lemah sering terasa nyeri setiap malam setelah menempuh perjalanan jauh. Namun karena keterbatasan biaya, Emak jarang bisa memeriksakan kesehatannya atau membeli obat saat sakit.
Kehidupan Emak juga jauh dari kata layak. Untuk makan sehari-hari, Emak harus berhemat semampunya. Tak jarang ia hanya makan nasi dengan garam karena tidak mampu membeli lauk. Di rumah sederhananya, Emak menjalani hari-hari dalam kesendirian tanpa ada yang membantu memenuhi kebutuhan hidupnya.
Di usia senja yang seharusnya diisi dengan ketenangan, Emak Mirah justru masih harus berjuang keras demi bisa makan dan bertahan hidup. Melalui campaign ini, mari bersama-sama membantu meringankan beban Emak Mirah agar ia dapat menjalani masa tuanya dengan lebih layak, sehat, dan penuh harapan. ❤️🙏🏻