KANKER GANAS!!! Bantu Lansia Penjual Rongsok Hidupi 5 Anaknya
KANKER GANAS!!! Bantu Lansia Penjual Rongsok Hidupi 5 Anaknya

KANKER GANAS!!! Bantu Lansia Penjual Rongsok Hidupi 5 Anaknya

Rp 396.009
terkumpul dari Rp 30.000.000
Donatur
7
Tercapai
1%
Sisa waktu
Berakhir
Galang dana sudah berakhir

Diperbarui 08 April 2026, 11:11 WIB

Penggalang Dana

Ayo Kita Peduli
Lembaga resmi terverifikasi
Menggalang dana untuk
Berbagi Keberkahan Di Bulan Ramadhan

Cerita

04 March 2026
Kerjasama campaign iklan berbayar
Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Di sebuah rumah sederhana di Kp. Tegalwaru, Ciampea, Kabupaten Bogor, tinggal seorang ayah bernama Adang (49 tahun). Sejak 16 tahun lalu, Pak Adang menahan rasa sakit yang terus ia anggap sebagai “sakit biasa” demi tetap bekerja menafkahi istri dan anak-anaknya. Namun tanpa ia sadari, penyakit itu terus berkembang hingga kini divonis sebagai Malignant Neoplasm of Bone and Articular Cartilage of Limbs — kanker tulang ganas yang menyerang paha kaki kanannya.

Delapan tahun terakhir, kakinya terus membengkak hingga berukuran sangat besar. Rasa nyeri hebat kini tak hanya terasa di kakinya, tetapi juga menjalar ke paru-paru hingga membuatnya sesak napas dan jantung berdebar kencang. Saat kambuh, Pak Adang mengalami demam tinggi dan tak mampu beraktivitas selama satu hingga dua hari. Dalam kondisi seperti itu, tidak ada penghasilan yang bisa ia bawa pulang.

 

Dokter di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) menyampaikan bahwa kondisinya sudah sangat parah dan kemungkinan besar harus dilakukan amputasi agar penyebaran tidak semakin luas dan nyeri hebatnya bisa dihentikan. Dengan tegar Pak Adang berkata ia siap jika harus kehilangan kakinya, asalkan ia bisa bertahan hidup demi anak-anaknya. Namun biaya untuk melanjutkan pengobatan dan operasional ke Jakarta menjadi penghalang besar.

 

Sebelumnya Pak Adang pernah berobat ke Pasir Oray, Medika, hingga ke RSCM. Ia menjalani rawat jalan, tetapi biaya transportasi dari Bogor ke Jakarta yang tidak sedikit membuat pengobatan terhenti. Untuk berangkat berobat, ia bahkan menjual token listrik seharga Rp700.000 dan kini harus menyambung listrik dari orang tuanya. Ia juga terpaksa meminjam ke “bank emok” sebesar Rp4 juta, dan masih memiliki tunggakan Rp1,5 juta hingga hari ini.

Kini Pak Adang bekerja sebagai tukang rongsok, berjalan berkeliling kampung dari pagi mengumpulkan sampah plastik. Penghasilannya rata-rata hanya Rp15.000–Rp35.000 per hari. Istrinya, Ibu Sukarsih (42 tahun), meski memiliki riwayat darah tinggi dan vertigo, tetap bekerja serabutan sebagai ART demi mencukupi kebutuhan keluarga, dengan penghasilan sekitar Rp30.000–Rp50.000 per hari jika ada panggilan.

 

Mereka memiliki 6 anggota keluarga dalam satu rumah sederhana bantuan pemerintah yang kondisinya masih memprihatinkan. Air harus ditimba manual. Kompor satu-satunya tak bisa digunakan karena tabung gas dijual untuk membeli beras, sehingga kini mereka memasak menggunakan tungku kayu.

Anak kelima mereka, Atika (13 tahun), terpaksa putus sekolah sejak kelas 5 SD demi membantu menjaga adik-adiknya dan merawat ayahnya saat sakit kambuh. Ia sebenarnya ingin kembali bersekolah, namun keadaan memaksanya mengubur impian itu. Sementara adik-adiknya masih kecil dan sangat membutuhkan sosok ayah yang sehat untuk masa depan mereka.

 

Saat ini Pak Adang tidak mengonsumsi obat apa pun. Jika nyeri datang, ia hanya bisa berbaring dan berharap rasa sakit itu mereda dengan sendirinya.

 

Bapak ini tidak meminta banyak. Ia hanya ingin bisa menjalani tindakan medis yang disarankan dokter, serta memiliki kesempatan untuk bertahan hidup lebih lama demi keluarga tercinta. Bantuan yang terkumpul akan digunakan untuk:

* Biaya operasional dan transportasi pengobatan ke RSCM

* Kebutuhan medis yang tidak tercover

* Membantu kebutuhan hidup dasar selama masa pengobatan

* Modal usaha kecil (warung di rumah) agar Pak Adang tetap bisa mencari nafkah tanpa harus berjalan jauh

 

Di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini Mari bersama kita ringankan langkah Pak Adang menuju pengobatan.

Setiap donasi yang diberikan bukan hanya membantu satu orang, tetapi menjaga harapan satu keluarga agar tetap memiliki ayah yang mereka cintai.

  1. Klik Tombol Donasi Sekarang
  2. Masukkan nominal donasi
  3. Pilih metode pembayaran (Go-Pay/ OVO/virtual account)
  4. Dapatkan Laporan Via Email

 

Beberapa informasi:

*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan. 

Contact and More Information:

Instagram: @ayokita.peduli

WhatsApp: +62 821-2908-8174

Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com

*Page ini merupakan page Campaign Utama dan memilki turunan page Fundraiser sebagai medium penyebaran informasi dan penggalangan dana untuk para penerima manfaat. 

*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama.

Disclaimer: Informasi, opini, dan foto di halaman galang dana ini milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah atau kecurigaan, silakan laporkan kepada kami.

Kabar Terbaru

Lihat semua
Ayo Kita Peduli
22 July 2026

Berbagi Keberkahan Di Bulan Ramadan

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Hallo, Sobat Berdampak!


Dengan penuh rasa syukur, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah menjadi bagian dari ikhtiar kebaikan ini.


Alhamdulillah, amanah yang telah dititipkan telah tersalurkan kepada dua penerima manfaat yang terus berjuang mencari nafkah di usia senja.


Nek Titi, seorang lansia yang sehari-hari berjualan telur asin, menerima bantuan berupa santunan tunai dan kebutuhan bahan pokok untuk membantu meringankan kebutuhan hidup beliau. Begitu pula dengan Abah Ii, seorang lansia yang berjuang mencari nafkah dengan berjualan takjil, yang menerima santunan tunai dan kebutuhan bahan pokok sebagai bentuk dukungan agar beliau dapat terus menjalani kehidupannya dengan lebih tenang dan penuh semangat.

Semoga setiap bantuan yang disalurkan tidak hanya meringankan beban hari ini, tetapi juga menjadi penguat langkah dan menghadirkan keberkahan bagi kehidupan mereka.


Terima kasih kepada seluruh donatur yang telah menjadi perantara kebaikan dan menghadirkan harapan bagi mereka yang membutuhkan. Semoga Allah SWT membalas setiap sedekah dengan pahala yang berlipat ganda, melapangkan rezeki, menjaga kesehatan, melindungi keluarga, serta menjadikannya sebagai amal jariyah yang terus mengalir. Aamiin.


Mari terus bersama menebarkan manfaat, karena setiap kepedulian yang kita berikan hari ini dapat menjadi senyum dan harapan baru bagi sesama.


Salam hangat,

Ayo Kita Peduli

Doa & Donasi

Lihat semua
Anonim
Rp 25.000
08 April 2026, 11:07