

Bapak Ade sudah 19 tahun mengabdi sebagai guru ngaji dan guru honorer. Di usia 58 tahun, ketika banyak orang mulai memikirkan masa pensiun, beliau justru masih berjuang keras menjadi tulang punggung bagi istri dan tujuh anaknya. Dengan gaji honorer sekitar Rp400.000 per bulan dan tambahan penghasilan ngaji yang tak menentu, kebutuhan keluarga yang mencapai Rp2–3 juta per bulan jelas jauh dari kata cukup. Setiap hari beliau tetap berangkat mengajar, meski sering kali penghasilan yang dibawa pulang hampir tak bersisa setelah biaya transportasi.

Cobaan hidup datang bertubi-tubi. Salah satu anaknya mengalami disabilitas dan membutuhkan perhatian lebih. Anak bungsunya pernah mengalami kecelakaan hingga koma selama enam hari, menguras seluruh tabungan dan modal usaha sang istri untuk biaya rumah sakit. Kini istrinya tak lagi bisa berjualan karena modal telah habis, membuat seluruh beban ekonomi bertumpu pada pundak Bapak Ade seorang diri.


Yang lebih menyayat, keluarga ini kini tak memiliki rumah. Mereka tinggal di ruang bekas kelas di sekolah tempat Bapak Ade mengajar. Di tempat sederhana itulah mereka tidur, berkumpul, dan bertahan. Di tengah keterbatasan, beliau tetap setia mengajar dan bersyukur masih bisa melihat anak-anaknya tumbuh.
Melalui campaign ini, kami ingin membantu Bapak Ade memiliki kehidupan yang lebih layak: tempat tinggal yang lebih pantas dan modal untuk membuka kembali warung kecil bersama istrinya agar memiliki penghasilan yang lebih stabil. Dukungan Anda bukan hanya membantu satu keluarga bertahan, tetapi juga menjaga harapan anak-anaknya agar tetap bisa sekolah dan memiliki masa depan yang lebih baik.
1. Klik Donasi Sekarang
2. Masukkan Nominal Donasi
3. Pilih Metode Pembayaran
4. Dapatkan Laporan via Email
Alhamdulillah, proses pembelian material bangunan untuk rumah Pak Ade telah terlaksana. Tim Penderma.id bersama Pak Ade langsung turun ke toko bangunan untuk memastikan pemilihan material yang tepat dan sesuai kebutuhan konstruksi.
Material yang telah dibeli meliputi semen, batu kali/batu belah untuk pondasi, pasir urug, besi beton, kawat bendrat, papan kayu, kerikil, serta perlengkapan kerja pondasi lainnya.
Seluruh material ini merupakan bagian dari rencana penggunaan dana yang telah disusun dan siap digunakan pada tahap pengerjaan berikutnya.
Perjalanan masih panjang dan rumah Pak Ade belum selesai tanpa dukungan kita semua. Mohon doa dan dukungannya agar pembangunan ini bisa terus berjalan hingga tuntas setiap donasi yang mengalir, sekecil apapun, sangat berarti bagi Pak Ade dan keluarga 🙏