Diperbarui 06 October 2026, 03:00 WIB
Di tengah kegelapan total yang menyelimuti penglihatannya, Pak Agus (56) harus mengadu nasib demi menyambung nyawa seorang diri. Sejak mengidap glaukoma parah yang merenggut penglihatannya secara permanen, tunanetra tegar ini tetap nekat mengais rezeki menjadi penjual aksesoris keliling seperti kaos kaki, sarung tangan, dan masker. Setiap hari, berbekal rasa perabaan dan sebatang tongkat untuk menuntun langkahnya, beliau menjajakan dagangan seharga 10 hingga 15 ribu rupiah demi mengantongi keuntungan amat tipis berkisar 2 hingga 5 ribu rupiah. Dari peluh yang diperasnya, pendapatan harian sebesar 30 hingga 40 ribu rupiah kerap kali tak menentu, bahkan untuk makan sehari-hari beliau sering bergantung pada belas kasih tetangga.

Perjuangan Pak Agus di jalanan dipenuhi penderitaan dan tindakan keji dari orang-orang tak bertanggung jawab. Ketiadaan penglihatan kerap dimanfaatkan pembeli nakal yang tega menipunya; uang seribu rupiah diaku sebagai sepuluh ribu, hingga uang lima ribu rupiah diaku lima puluh ribu. Tak jarang, dagangannya raib dicuri begitu saja saat beliau tak mampu melihat. Rasa sakit hati dan kepasrahan itu mendorong Pak Agus menempelkan tulisan "Allah Maha Melihat" dan "Pencuri Masuk Neraka" di lapaknya sebagai benteng pertahanan terakhir. Duka kian dalam di rumah tangga; setelah ditinggal pergi oleh sang istri dan tak lagi dihiraukan oleh anak serta kerabatnya, Pak Agus hidup sebatang kara memikul derita fisik berupa gatal parah pada mata serta sakit kepala hebat yang terus menyiksa akibat glaukomanya.

Himpitan ekonomi dan ketiadaan tempat bernaung yang layak kian menghimpit asa hidupnya. Pak Agus kini menempati sebuah rumah kontrakan sempit seharga 300 ribu rupiah per bulan yang kondisinya amat kacau, kotor, dan tak terurus akibat keterbatasan fisiknya. Ketiadaan biaya membuat sewa tempat tinggalnya menunggak selama tiga bulan berturut-turut, hingga beliau kerap mendapat perlakuan kasar berupa pemutusan aliran listrik dan ancaman diusir paksa. Mengingat modal usahanya sebesar dua juta rupiah belum juga kembali dan penyakit matanya tak pernah mengecap pengobatan medis profesional pascaoperasi masa lalu, Pak Agus pernah berada di titik terendah hingga terbersit rasa putus asa untuk mengakhiri hidupnya.

Di balik tongkat kayu yang dituntunnya dan duka yang beruntun, Pak Agus amat merindukan uluran tangan untuk memulihkan harkat hidupnya. Beliau sangat membutuhkan bantuan modal usaha yang aman dari aksi penipuan, pelunasan tunggakan kontrakan serta perbaikan fasilitas tempat tinggal yang layak, pemenuhan kebutuhan gizi harian, dan biaya pemeriksaan kesehatan medis. Uluran tangan dan kepedulian kita hari ini adalah seberkas cahaya penerang untuk menghentikan duka Pak Agus dalam kegelapan, melindunginya dari kedzaliman di jalanan, dan mengembalikan harapan hidupnya di masa tua.
Mari Bentangkan Kepedulian! Sisihkan Rezeki Terbaikmu Hari Ini untuk Bantu Modal Usaha Layak, Pelunasan Tunggakan Kontrakan & Tempat Tinggal Layak, serta Biaya Pengobatan dan Hidup Bagi Pak Agus!

*Page ini merupakan page Campaign Utama dan memilki turunan page Fundraiser sebagai medium penyebaran informasi dan penggalangan dana untuk para penerima manfaat.
*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama.
*Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memberikan Paket Hadiah Sembako, Bantuan Modal Usaha Penerima Manfaat, dan Bantuan Lainnya kepada para penerima manfaat yang membutuhkan. Selain itu hasil donasi juga akan disalurkan untuk penerima manfaat lainnya berdasarkan analisa kebutuhan pihak Yayasan.

Beberapa informasi:
*Ayo Kita Peduli merupakan NGO yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan.
Contact and More Information:
Instagram: @ayokita.peduli
WhatsApp: +62 821-2908-8174
Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com
Disclaimer: Informasi, opini, dan foto di halaman galang dana ini milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah atau kecurigaan, silakan laporkan kepada kami.