Diperbarui 02 November 2026, 15:31 WIB
Miris, Kehilangan Kaki Saat Cari Nafkah, Pak Asep Justru Ditinggalkan Istri
“Kamu udah gak mampu lagi buat nafkahin….. jadi saya mau pulang saja…“ ungkap Pak Asep Iwan saat menirukan ucapan mantan istrinya.
Pak Asep Iwan (48 tahun) adalah seorang penyandang disabilitas yang sudah 4 tahun ditinggalkan oleh istrinya. Ironisnya, ia kehilangan kaki sebelah kanan akibat kecelakaan kerja saat sedang berjuang mencari nafkah untuk istri dan anaknya.
Namun, setelah kondisi tubuhnya tidak lagi sempurna, ia justru ditinggalkan oleh istri yang selama ini ia perjuangkan. Hal yang paling menyakitkan bagi Pak Asep Iwan adalah ketika mengetahui bahwa mantan istrinya kini telah menikah dengan sahabatnya sendiri, yang tinggal tidak jauh dari rumahnya saat ini.
Dahulu, ketika kondisi fisiknya masih sehat, Pak Asep Iwan bekerja sebagai buruh kasar di sebuah penambangan pasir. Dari pekerjaan tersebut, ia mendapatkan penghasilan tetap setiap bulan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
Namun, nasib berkata lain. Saat sedang menggali tumpukan pasir dari tebing, Pak Asep Iwan tidak menyadari bahwa tebing di atasnya mengalami longsor. Tanah bercampur batu-batuan besar tiba-tiba runtuh dan menimpa tubuhnya hingga hampir seluruh badannya terkubur, kecuali bagian kepala. Nahas, kaki sebelah kanannya ikut tertimbun dan tertindih bongkahan batu berukuran besar. Akibat luka parah yang dialaminya, kaki tersebut hancur dan harus diamputasi.
Sejak kejadian itu, kehidupan Pak Asep Iwan berubah drastis. Ia tidak lagi bisa bekerja seperti dahulu. Kehilangan kaki kanan membuatnya kesulitan mencari nafkah, sementara kebutuhan hidup tetap harus dipenuhi setiap hari.
Di tengah kondisi sulit tersebut, ia juga harus menghadapi kenyataan pahit ketika istrinya mulai marah karena dirinya tidak lagi mampu memberikan nafkah hingga akhirnya meminta cerai dan meninggalkannya kemudia tak lama setelah bercerai Istrinya tersebut malah menikah dengan teman nya yang tinggal tak jauh dari rumahnya, itupun membuatnya semakin Sakit hati.
Kehilangan anggota tubuh, ditambah kehancuran rumah tangga yang dialaminya, membuat Pak Asep Iwan mengalami stres, frustrasi, dan kehilangan arah dalam menjalani hidup. Namun, ketika melihat anak-anaknya yang masih membutuhkan biaya hidup, ia mencoba menguatkan diri dan kembali bangkit.
Ia tidak ingin terus terpuruk dalam kesedihan. Dengan segala keterbatasan yang dimilikinya, Pak Asep Iwan berusaha mencari penghasilan dengan berjualan kopi keliling setiap hari. Dari pekerjaannya itu, ia hanya mendapatkan sekitar Rp20.000 per hari.
Penghasilan tersebut tentu sangat terbatas untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dirinya dan satu orang anaknya yang kini tinggal bersama di rumah warisan keluarganya.
Bahkan, untuk makan saja, terkadang Pak Asep Iwan harus menahan lapar karena penghasilannya tidak mencukupi.
“Sering gak makan, tapi Alhamdulillah tidak menjadi sakit… tapi terkadang ada juga tetangga yang tiba-tiba ngirim makanan….” ucap Pak Asep Iwan. Di tengah keterbatasan hidupnya, Pak Asep Iwan masih bersyukur karena sesekali ada tetangga yang datang memberikan makanan. Perhatian kecil tersebut menjadi salah satu penguat baginya untuk terus bertahan menjalani hari-hari yang tidak mudah. Sahabat Kebaikan, di balik perjuangan Pak Asep Iwan untuk bertahan hidup, ada harapan besar yang ingin ia wujudkan. Ia sangat ingin memiliki usaha sendiri, meskipun hanya berupa warung kecil di rumahnya. Pak Asep Iwan menyadari bahwa kondisi tubuhnya yang kini kehilangan kaki kanan membuatnya tidak bisa lagi bekerja seperti kebanyakan orang pada umumnya. Ia pun tidak mungkin kembali menjadi buruh kasar yang mengandalkan tenaga dan kekuatan fisik.
Dengan memiliki warung kecil, ia berharap bisa mencari nafkah dari rumah tanpa harus terus berkeliling menjajakan kopi dengan kondisi tubuh yang terbatas. Baginya, usaha sederhana tersebut bukan sekadar tempat berjualan, melainkan kesempatan untuk kembali mandiri dan memenuhi kebutuhan hidup bersama anaknya.
Mari, Sahabat Kebaikan, bantu Pak Asep Iwan mewujudkan impiannya memiliki warung kecil agar ia bisa kembali mencari nafkah dengan lebih layak.
Melalui donasi yang kita berikan, kita bisa ikut meringankan beban hidupnya sekaligus membantu membuka jalan menuju kehidupan yang lebih baik. Semoga setiap rupiah yang disedekahkan menjadi amal kebaikan, mendatangkan keberkahan, dan menjadi jalan untuk meraih pahala dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Disclaimer: Dana yang terkumpul akan digunakan untuk modal usaha, pemenuhan kebutuhan hidup Pak Asep Iwan, beserta keluarga, pemenuhan penunjang kesehatan dan jika terdapat kelebihan dana akan digunakan untuk pemenuhan kebutuhan Penerima manfaat lain nya yang berada dibawah naungan Program Yayasan Global Sedekah Movement.
Disclaimer: Informasi, opini, dan foto di halaman galang dana ini milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah atau kecurigaan, silakan laporkan kepada kami.
Ajak teman dan keluargamu ikut membantu lewat halaman galang dana milikmu sendiri.
Gabung