Pak Deni, penyandang disabilitas berusia 42 tahun, tetap berjualan cilok keliling demi bertahan hidup.
Dengan keuntungan hanya Rp300 per cilok, penghasilannya sering kali tak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Akibat kecelakaan yang membuat kakinya bengkok permanen, Pak Deni harus menahan sakit sambil berjualan dari pagi hingga sore. Kini ia tinggal sendiri di gubuk sederhana dan sering hanya makan sekali sehari, bahkan pernah berpuasa karena tidak memiliki uang.