Di sebuah gang kecil di tengah kota, hidup seorang bapak bernama Pak Hasri bersama dua anaknya, Jafar dan adiknya.
Hidup mereka sangat sederhana, bahkan sering kali kekurangan. Rumah yang mereka tempati pun bukan milik sendiri, melainkan berdiri di atas tanah kuburan.Rumah itu terbuat dari papan-papan kayu tua yang sudah banyak lapuk, dindingnya bolong, dan atapnya bocor. Tapi bagi keluarga Pak Hasri tempat itu tetap mereka sebut “rumah”.

Setiap pagi, Pak Hasri bersama kedua anaknya berjalan kaki menyusuri jalanan kota, mengumpulkan barang bekas seperti kardus, botol, dan kaleng yang bisa dijual ke pengepul.
Mereka tak punya gerobak, tak punya kendaraan, hanya dua kaki yang lelah tapi tetap melangkah demi mengisi perut keluarga.

Setiap hari, mereka bisa mendapatkan sekitar 3 - 4 kilogram barang bekas. Itu pun nilainya hanya sekitar Rp1.500 per kilogram. Artinya, kadang dalam sehari mereka hanya membawa pulang belasan ribu rupiah saja. Hasil yang jauh dari cukup, tapi bagi Pak Hasri, itu lebih baik daripada anak-anaknya tidur tanpa makan.
Rumah yang mereka tempati kini semakin rapuh. Dindingnya berlubang, atapnya bocor, dan sebagian lantainya sudah mulai lapuk dimakan usia. Saat hujan deras datang, air mengalir masuk ke dalam rumah, membuat lantai becek dan lembab. Namun mereka tak punya pilihan lain. Mereka tetap bertahan, dengan harapan suatu hari bisa punya tempat tinggal yang lebih layak meskipun hanya rumah kecil sederhana.

Meski hidup serba kekurangan, Pak Hasri tak pernah mengeluh. Ia tetap tersenyum melihat anak-anaknya ikut membantunya mencari barang bekas. Jafar yang masih kecil sering berkata,
“Ayah, kalau nanti Jafar besar, Jafar mau bantu Ayah beli rumah ya…” Kalimat polos itu jadi penyemangat setiap kali Pak Hasri merasa lelah dan hampir menyerah.

Orang baik, keluarga Pak Hasri sangat membutuhkan bantuan. Mereka berharap bisa memperbaiki rumahnya agar tidak roboh, dan mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari agar anak-anaknya bisa tetap sekolah.Mari bantu Pak Hasri dengan cara:

Klik Donasi Sekarang
Masukan Nominal Donasi
Pilih Metode Pembayaran
Dapatkan Laporan Via Email
Kamu juga bisa bagikan galang dana ini agar semakin banyak do’a dan dukungan yang terkumpul. Aamiin

Ke Rekening BSI (Bank Syariah Indonesia) ******9523 a/n Yayasan Bina Mulia Balikpapan
Rencana Penggunaan Dana Pencairan: Dana yang terkumpul akan disalurkan dalam bentuk santunan tunai.