Di usianya yang telah menginjak 61 tahun, Pak Nurdin harus bertaruh nyawa menyusuri jalanan dengan memikul beban kaligrafi di pundaknya. Asam urat dan rematik akut kini membuat kakinya bengkak hingga ia tak mampu lagi melangkah dengan nyaman. Jangankan untuk berjalan berkilo-kilo meter, untuk menegakkan tubuh saat salat pun Pak Nurdin terpaksa harus duduk menahan linu yang luar biasa. Akibat penyakitnya yang kian parah, ada momen tertentu ia tak bisa berjualan, sementara istrinya di kampung halaman juga terbaring sakit akibat kecelakaan kerja di sawah.
Kemiskinan memaksa Pak Nurdin hidup dalam lingkaran utang yang mencekik. Dari setiap kaligrafi yang berhasil ia jual dari pagi hingga larut malam, ia hanya mendapat keuntungan 4 ribu hingga 6 ribu rupiah. Pahitnya, dagangan Pak Nurdin sering kali tidak laku selama berhari-hari. Saat seperti itu, Pak Nurdin terpaksa memilih puasa menahan lapar di jalanan karena tak punya uang sepeser pun. Untuk sekadar ongkos jalan dan sesuap nasi, ia terpaksa terus meminjam uang kepada bos pemilik barang yang kini menumpuk menjadi utang.
Ironi kehidupan seolah tak pernah berhenti menghantam pundak ringkihnya. Pak Nurdin pernah menjadi korban hipnotis di jalanan hingga seluruh kaligrafi yang dibawanya raib seketika, memaksa ia harus menombok kerugian sebesar Rp1.400.000 sementara utangnya yang lalu belum juga lunas. Di jalanan, ia juga pernah dipalak preman, hingga diusir secara kasar oleh warga saat ia terpaksa duduk di pinggir jalan hanya untuk mengistirahatkan kakinya yang sudah mati rasa. Bahkan saat hujan deras mengguyur, Pak Nurdin terpaksa nekat menerobos badai dan berhujan-hujanan karena takut kaligrafi kertasnya hancur dan menambah daftar kerugiannya.
Pak Nurdin tidak ingin menyerah; ia memendam mimpi besar untuk bisa berobat hingga sembuh agar bisa kembali tegak mencari nafkah yang halal dan mengirimkan uang demi kelangsungan hidup anak istrinya. Mari ulurkan tangan untuk membebaskan Pak Nurdin dari jeratan utang dan membiayai pengobatan medisnya. Donasi dari Sobat Berdampak adalah penyambung napas dan pelipur lara bagi masa tua Pak Nurdin yang penuh air mata. Klik tombol donasi sekarang untuk membantu Pak Nurdin.
Melalui campaign Spreading Kindness for Urban Poor, Ayo Kita Peduli #BERDAMPAKBERDAYA mengajak kita semua berpartisipasi untuk membantu kelompok miskin perkotaan atau urban poor. Dengan menyebarkan kebaikan dan empati, kita semua telah berpartisipasi dalam gerakan aksi kebaikan untuk membantu menyelesaikan kemiskinan.
Kalian dapat berpartisipasi dalam gerakan ini dengan menyebarkan campaign dan berdonasi dengan cara:
Klik "DONASI SEKARANG" :
Masukkan nominal donasinya :
Pilih metode pembayaran :
Dapatkan laporan via e-mail :
*Page ini merupakan page Campaign Utama dan memiliki turunan page Fundraiser sebagai medium penyebaran informasi dan penggalangan dana untuk para penerima manfaat.
*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama.
*Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memberikan Paket Hadiah Sembako, Bantuan Modal Usaha Penerima Manfaat, dan Bantuan Lainnya kepada para penerima manfaat yang membutuhkan. Selain itu hasil donasi juga akan disalurkan untuk penerima manfaat lainnya berdasarkan analisa kebutuhan pihak Yayasan.
Beberapa informasi:
*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan.
Contact and More Information:
Instagram: @ayokita.peduli
WhatsApp: +62 821-2908-8174
Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Hallo,Sobat Berdampak!
Setiap kebaikan yang diberikan, sekecil apa pun, selalu memiliki arti bagi mereka yang membutuhkan.
Melalui program The Power Of Kindness, Ayo Kita Peduli bersama Sobat Berdampak terus berupaya menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang sedang menghadapi berbagai keterbatasan dan tantangan kehidupan.
Pada kesempatan ini, bantuan telah disalurkan kepada penerima manfaat berupa santunan tunai, kebutuhan pokok, dan tambahan modal usaha sebagai bentuk dukungan dan kepedulian untuk membantu memenuhi kebutuhan mereka.

Kebaikan yang Sobat Berdampak titipkan tidak hanya hadir dalam bentuk bantuan, tetapi juga menjadi penguat semangat, harapan, dan kebahagiaan bagi para penerima manfaat.
Terima kasih telah menjadi bagian dari gerakan kebaikan ini.
Semoga setiap langkah yang kita lakukan bersama dapat terus menghadirkan manfaat dan menjangkau lebih banyak orang yang membutuhkan. Karena pada akhirnya, kebaikan yang dibagikan akan selalu menemukan jalannya untuk kembali menjadi keberkahan.
Salam hangat,
Ayo Kita Peduli