Di usia 34 tahun, A Ridwan memikul beban sebagai tulang punggung utama bagi kedua adiknya dan orang tuanya yang lansia. A Ridwan adalah penyandang disabilitas fisik dan intelektual, ia mengalami keterbatasan fisik yang membuatnya kesulitan berkomunikasi dan membutuhkan waktu lebih lama untuk memahami pembicaraan orang lain. Di tengah keterbatasan yang berat ini, ia harus menguras seluruh tenaganya untuk berjalan kaki keliling kampung sejak selesai salat subuh hingga sore hari, berteriak tanpa henti demi menjajakan donat milik orang lain.

Kerasnya hidup memaksa A Ridwan untuk terus berkorban demi masa depan keluarganya. Ayahnya yang sudah di usia pensiun tidak lagi produktif, sementara ibunya tidak memiliki penghasilan. Dengan keuntungan yang hanya Rp1.000 dari setiap butir donat yang terjual, A Ridwan secara luar biasa mampu membiayai sewa kontrakan tempat mereka tinggal dan menguliahkan adik bungsunya. Namun, pengorbanan ini harus dibayar mahal. Setiap hari, A Ridwan dan adik-adiknya terpaksa hanya bisa makan seadanya. Ironisnya, jika donat tidak habis terjual A Ridwan dipaksa menutupi dan membayar kekurangan setoran tersebut menggunakan uang saku pribadinya sendiri.

Dunia luar begitu kejam bagi sosok tulus seperti A Ridwan. Karena keterbatasan fisik yang dimilikinya, ia kerap menjadi sasaran empuk orang-orang jahat. A Ridwan pernah ditipu oleh pembeli hingga kehilangan uang setoran dan ponsel hasil jerih payahnya. Tak hanya itu, di sepanjang jalan, ia sudah kenyang ditertawakan dan diejek oleh orang-orang di sekitar karena kondisinya. Namun, semua rasa sakit itu ia telan dalam-dalam demi melihat adiknya bisa sarjana. Jika donatnya benar-benar sepi dan tersisa, daripada membiarkannya mubazir, A Ridwan dengan keluhuran hatinya memilih membagikan donat tersebut secara gratis kepada anak-anak kecil.

A Ridwan tidak pernah mengeluh di tengah keadaan tubuhnya yang kekurangan. Ia memendam mimpi yang sangat bersahaja: ia ingin memiliki alat pengeras suara portabel agar suaranya tidak habis dan dadanya tidak sesak karena harus berteriak seharian di jalanan. Ia juga sangat berharap bisa memiliki modal untuk membuka lapak jualan sendiri agar kakinya tidak perlu lagi berjalan berkilo-kilo meter menembus keterbatasannya.
Mari kita ringankan beban di pundak A Ridwan dan bantu amankan masa depan pendidikan adik-adiknya. Donasi dari Anda akan membantu A Ridwan dan keluarga hidup layak. Klik tombol donasi sekarang untuk menghadirkan keajaiban bagi A Ridwan.
Klik “Donasi Sekarang;
Masukan nominal donasinya;
Pilih metode pembayaran;
Dapatkan laporan via email.
Beberapa informasi:

*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan.
Contact and More Information:
Instagram: @ayokita.peduli
Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com

*Page ini merupakan bagian dari program Semua Berhak Nyaman.
*Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memberikan Paket Sembako, Bantuan Modal Usaha Penerima Manfaat, dan Bantuan Lainnya kepada para penerima manfaat yang membutuhkan. Selain itu hasil donasi juga akan disalurkan untuk penerima manfaat lainnya berdasarkan analisa kebutuhan pihak Yayasan.
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Hallo, Sobat Berdampak!
Dengan penuh rasa syukur, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah menjadi bagian dari ikhtiar kebaikan ini.
Alhamdulillah, amanah yang telah dititipkan kini telah tersalurkan kepada Pak Sani, seorang pemuda dengan kondisi tunawicara dan difabel yang selama ini berjuang menafkahi keluarganya dengan bekerja sebagai driver ojek online.

Melalui dukungan para donatur, Pak Sani menerima bantuan berupa warung, kebutuhan pelengkap usaha, kebutuhan bahan pokok, serta santunan tunai. InsyaAllah, bantuan ini diharapkan dapat menjadi ikhtiar untuk menghadirkan sumber penghasilan yang lebih berkelanjutan, sekaligus membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga beliau.
Semoga setiap bantuan yang disalurkan menjadi penyemangat bagi Pak Sani untuk terus berjuang, serta menjadi jalan menuju kehidupan yang lebih mandiri, sejahtera, dan penuh keberkahan.
Terima kasih kepada seluruh donatur yang telah menjadi perantara kebaikan dan menghadirkan harapan baru bagi mereka yang membutuhkan. Semoga Allah SWT membalas setiap sedekah dengan pahala yang berlipat ganda, melapangkan rezeki, menjaga kesehatan, melindungi keluarga, serta menjadikannya sebagai amal jariyah yang terus mengalir. Aamiin.
Mari terus bersama menebarkan manfaat, karena setiap kebaikan yang kita titipkan hari ini dapat menjadi awal perubahan yang berarti bagi kehidupan sesama.
Salam hangat,
Ayo Kita Peduli