JADI KORBAN TABRAK LARI HINGGA KEHILANGAN SATU KAKI! Pak Sanan Tetap Berjuang Demi Sekolah Anaknya
JADI KORBAN TABRAK LARI HINGGA KEHILANGAN SATU KAKI! Pak Sanan Tetap Berjuang Demi Sekolah Anaknya

JADI KORBAN TABRAK LARI HINGGA KEHILANGAN SATU KAKI! Pak Sanan Tetap Berjuang Demi Sekolah Anaknya

Rp 0
terkumpul dari Rp 30.000.000
Donatur
0
Tercapai
0%
Sisa waktu
30 hari

Diperbarui 28 October 2026, 15:00 WIB

Penggalang Dana

Ayo Kita Peduli
Lembaga resmi terverifikasi

Cerita

28 October 2026
Kerjasama campaign iklan berbayar
Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Setiap pagi, Pak Sanan (52) berjuang mencari nafkah dengan berjualan tisu di lampu merah. Dengan kondisi disabilitas pada salah satu kakinya, beliau berangkat sejak pukul setengah 6 pagi hingga pukul 9 untuk menawarkan tisu kepada para pengendara. Dari hasil jualannya, Pak Sanan hanya mendapatkan sekitar Rp40.000–Rp60.000 sehari. Penghasilan itu pun belum tentu cukup untuk memenuhi kebutuhan istri dan kedua anaknya.


Pak Sanan menjual tiga bungkus tisu seharga Rp10.000. Dengan keuntungan yang terbatas, beliau harus pintar-pintar membagi uang untuk kebutuhan sehari-hari. Bahkan, anaknya yang masih kecil terkadang enggan makan karena lauk yang tersedia seadanya. Anak pertamanya yang berusia 15 tahun pun sering kali tidak mendapat uang jajan. Sementara itu, kebutuhan sekolahnya seperti sepatu dan celana seragam masih belum terpenuhi. Istri Pak Sanan juga berusaha membantu ekonomi keluarga dengan berjualan es di rumah.


Kondisi Pak Sanan menjadi seperti sekarang setelah beliau menjadi korban tabrak lari oleh angkot hingga kehilangan salah satu kakinya. Sejak itu, beliau harus berjalan menggunakan tongkat untuk berjualan. Setiap hari, ketiaknya kerap terasa sakit hingga lecet akibat menopang tubuh dengan tongkat. Kakinya pun sering terasa nyeri, sehingga beliau harus mengonsumsi obat setiap hari untuk meredakan rasa sakitnya.


Tak hanya harus menahan sakit, Pak Sanan juga pernah mengalami perlakuan yang menyakitkan dari orang lain. Ia pernah diledek dan dituduh berpura-pura pincang saat berjualan. Bahkan, dua kali beliau ditipu pembeli yang menggunakan uang palsu. Namun, Pak Sanan memilih bersabar dan tidak ingin membuat keributan. Baginya, yang terpenting adalah tetap bisa mencari nafkah untuk keluarganya.


Sebelum berjualan tisu, Pak Sanan bahkan pernah terpaksa mengemis karena tidak memiliki modal untuk berjualan. Namun, beliau tidak ingin terus meminta-minta dan memilih berusaha dengan kemampuan yang dimilikinya. Meski begitu, perjuangannya masih jauh dari mudah. Setiap bulan, Pak Sanan harus membayar kontrakan sebesar Rp700.000. Bahkan, beliau pernah menunggak selama satu hingga dua minggu karena uang untuk membayar kontrakan belum terkumpul. Di tengah keterbatasannya, Pak Sanan tetap memiliki semangat untuk bekerja. Beliau tidak ingin bermalas-malasan karena berharap anak-anaknya kelak bisa memiliki kehidupan yang lebih baik dan tidak mengalami kesulitan seperti dirinya. Jika memiliki modal yang cukup, Pak Sanan ingin membuka warung kecil agar bisa berjualan dari rumah. Beliau berharap tak perlu lagi terus berjalan berkeliling dengan menahan rasa sakit dan lelah. Teman Baik, yuk bantu ringankan perjuangan Pak Sanan. Di balik keterbatasannya, beliau terus berusaha agar istri dan anak-anaknya bisa hidup lebih layak. Uluran tangan kita bisa membantu memenuhi kebutuhan keluarga, mencukupi keperluan sekolah anak-anaknya, serta mendukung harapan Pak Sanan untuk memiliki usaha kecil sendiri. Mari hadirkan kesempatan bagi Pak Sanan untuk mencari nafkah dengan lebih baik tanpa harus terus memaksakan diri menahan sakit setiap hari. Klik Donasi Sekarang dan bantu Pak Sanan memperjuangkan kehidupan yang lebih layak bagi keluarganya. ❤️


  • Klik Donasi Sekarang;
  • Masukan nominal donasinya;
  • Pilih metode pembayaran;
  • Dapatkan laporan via email.

Beberapa informasi:

*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan. 

Contact and More Information:

Instagram: @ayokita.peduli

WhatsApp: +62 821-2908-8174

Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com

Disclaimer: Informasi, opini, dan foto di halaman galang dana ini milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah atau kecurigaan, silakan laporkan kepada kami.

Jadi #SirkelBaik

Ajak teman dan keluargamu ikut membantu lewat halaman galang dana milikmu sendiri.

Gabung