Saat Usia 60 Tahun, saat banyak orang memilih menikmati masa pensiun, Pak Ubadi justru masih harus bertarung di jalanan. Setiap hari, ia tetap menyalakan motornya dan mengenakan jaket ojek online, berkeliling dari satu titik ke titik lain demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Namun perjuangan itu tidak mudah. Di balik senyumnya, Pak Ubadi menahan sakit akibat penyakit prostat yang membuatnya bolak-balik ke kamar kecil dan sering menahan nyeri. Kondisi tubuhnya pun makin melemah karena sesak napas yang kerap datang mendadak, terutama saat kelelahan.
Sering kali, di tengah perjalanan saat mengantar penumpang atau pesanan, dadanya terasa sesak dan napasnya memburu. Tenaganya seperti habis seketika. Dalam keadaan itu, Pak Ubadi terpaksa menghentikan pekerjaannya dan pulang lebih cepat karena tubuhnya sudah tak kuat melanjutkan perjalanan.
Di rumah sederhana mereka, Bu Heni (58 tahun) setia menunggu. Dulu beliau bekerja di kantor kosmetik, namun harus berhenti karena mengidap irritable bowel syndrome (IBS) yang membuatnya sering mengalami nyeri perut hebat, kram, kembung, sembelit hingga diare. Kini kondisinya memang lebih baik, tetapi tetap harus rutin kontrol dan minum obat setiap bulan. Begitu pula Pak Ubaid yang harus menjalani pemeriksaan dan pengobatan prostat secara berkala.
Dengan tangan yang setiap hari mengaduk dan mengemas cemilan makaroni untuk dijual, Bu Heni juga yang memasangkan tabung oksigen saat sesak suaminya kambuh. Obat dari dokter tak pernah terlewat, meski sering kali mereka harus berpikir keras bagaimana cara membelinya.
Penghasilan sebagai ojol tak menentu. Jualan makaroni hanya cukup untuk kebutuhan harian seadanya. Sementara biaya berobat, obat rutin, dan kebutuhan hidup terus berjalan tanpa bisa ditunda. Anak mereka telah berkeluarga dan hidup pas-pasan, sehingga tak selalu mampu membantu. Namun Pak Ubadi tak pernah mengeluh. Baginya, selama tangan ini masih bisa menarik gas motor, ia akan tetap berjuang. Meski napasnya terasa sempit, tanggung jawabnya sebagai kepala keluarga tak pernah ia persempit.
Sobat berdampak, Mari bantu Pak Ubadi agar bisa sembuh dan Bantu juga Istrinya Untuk bisa berobat dengan cara:
Beberapa informasi:
*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan.
Contact and More Information:
Instagram: @ayokita.peduli
WhatsApp: +62 821-2908-8174
Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com
*Page ini merupakan page Fundraiser dan merupakan bagian dari program dan campaign utama yang berjudul Semua Berhak Nyaman.
*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama.