Di Usia 65 Tahun, Abah Udin Bertahan dari Becak Motor Reyot Demi Hidup dan Keluarga

Di Usia 65 Tahun, Abah Udin Bertahan dari Becak Motor Reyot Demi Hidup dan Keluarga

Rp 333.000
terkumpul dari Rp 30.000.000
9 Donatur
0 hari lagi
Donasi Sekarang!
Terakhir diperbarui pada 01 July 2026 04:42 WIB

Penggalang Dana

Ayo Kita Peduli

Lembaga Resmi Terverifikasi

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

06 May 2026

Di usia 65 tahun, Abah Udin masih bertahan mencari nafkah sebagai pengemudi ojeg becak motor di sekitar pintu masuk Citylink. Sejak subuh, Abah sudah berangkat dari tempat tidurnya yang sederhana di area pasar burung—tempat yang jauh dari kata layak—demi menunggu penumpang hingga sore hari. Di tengah kondisi fisik yang semakin renta, Abah tetap setia menjalani pekerjaan ini karena tak ada pilihan lain untuk menyambung hidup.


Abah adalah seorang ayah dari empat anak. Dua anaknya sudah berkeluarga, sementara dua lainnya masih menempuh pendidikan di pesantren. Meski biaya pendidikan mereka gratis, kebutuhan makan dan sehari-hari tetap menjadi tanggungan Abah dan istrinya. Sang istri kini bekerja sebagai buruh tani di Tasikmalaya dengan upah seadanya berupa padi hasil menanam. Demi menghemat biaya hidup, Abah memilih tinggal sendiri di kota, sementara istrinya kembali ke kampung










Dulu, Abah memulai sebagai tukang becak kayuh sejak tahun 90-an. Dengan kerja keras, ia sempat mengumpulkan modal untuk beralih ke becak motor agar tidak terlalu kelelahan. Namun sejak pandemi, penumpang semakin sepi. Kini, dari sekian banyak tukang becak, hanya Abah yang masih bertahan. Dalam sehari, penghasilannya tak menentu—bahkan sering kali hanya Rp40.000, dan itu pun sudah jarang. Tak jarang, Abah harus melewati hari tanpa satu pun penumpang, bahkan hingga berhari-hari. Kondisi becak motor Abah pun sangat memprihatinkan. Sering mogok di tengah jalan, dengan mesin yang sudah tak layak pakai. Untuk sekadar mengganti busi pun, Abah harus berutang. Ketika becaknya rusak, Abah terpaksa mendorongnya seorang diri dalam keadaan lapar dan lemah. Lebih menyayat hati lagi, untuk bertahan hidup, Abah kerap menahan lapar. Ia sering hanya minum dari sisa air orang lain atau mengumpulkan kopi bekas dari gelas yang ditinggalkan.

Makan sekali sehari sudah menjadi hal biasa, bahkan pernah dua hari tanpa makanan sama sekali. Sisa gorengan di meja warung pun tak jarang menjadi satu-satunya yang bisa ia makan—sebagian disimpan untuk nanti malam agar bisa bertahan lebih lama. Meski hidup dalam keterbatasan, Abah tidak pernah menyerah. Ia tetap berusaha, bahkan membantu membersihkan meja warung agar mendapat sedikit uang atau sekadar segelas kopi. Rasa rindu kepada keluarga di Tasik ia pendam dalam-dalam, karena jangankan untuk pulang, untuk makan saja sering tak terpenuhi. Hari ini, Abah hanya memiliki satu harapan sederhana: bisa memperbaiki becak motornya agar lebih layak digunakan, sehingga ia bisa mendapatkan penghasilan yang lebih baik. Selain itu, Abah juga bermimpi memiliki usaha kecil seperti berjualan kopi, agar tidak sepenuhnya bergantung pada penumpang yang semakin jarang. Mari kita bantu Abah Udin agar bisa terus bertahan hidup dengan lebih layak, dan perlahan mewujudkan harapan kecilnya untuk masa depan yang lebih baik.


  • Klik “Donasi Sekarang;
  • Masukan nominal donasinya;
  • Pilih metode pembayaran;
  • Dapatkan laporan via email.

 

Beberapa informasi:

*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan. 

 

Contact and More Information:

Instagram: @ayokita.peduli

WhatsApp: +62 821-2908-8174

Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com

 

*Page ini merupakanbagian dari program dan campaign utama yang berjudul Semua Berhak Nyaman.

 

*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama

 

Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.

Progress

Ayo Kita Peduli

29 May 2026
Pencairan Dana Rp 209.700

Ke Rekening Bank Mandiri *********6067 a/n YAYASAN AYO BERDAMPAK BERDAYA

Rencana Penggunaan Dana Pencairan: Dana yang dicairkan akan disalurkan kepada Abah Udin dalam bentuk santunan tunai.

Doa & Donasi Teman Peduli

Anonim

01 July 2026 04:41
Rp 20.000
Amin
JADI#SirkelBaik

DORONG BECAK MOTOR MOGOK! Lansia Ini Berjuang Demi Nafkahi Keluarga

Ayo Kita Peduli
Telah mengajak 2 orang berdonasi
Rp 40.000

Dengan Becak Tua Nya, Abah Udin Tetap Berjuang Mencari Nafkah Untuk Keluarga

Ayo Kita Peduli
Telah mengajak 2 orang berdonasi
Rp 40.000