DAGANGAN TAK LAKU, AGAR-AGAR PUN JADI GANJAL PERUT! Pak Udin Tetap Berjuang Menghidupi Istri dan 3 Anak

DAGANGAN TAK LAKU, AGAR-AGAR PUN JADI GANJAL PERUT! Pak Udin Tetap Berjuang Menghidupi Istri dan 3 Anak

Rp 0
terkumpul dari Rp 30.000.000
0 Donatur
30 hari lagi
DONASI SEKARANG
Terakhir diperbarui pada 18 September 2026 15:00 WIB

Penggalang Dana

Ayo Kita Peduli

Lembaga Resmi Terverifikasi

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

18 September 2026

Di usia 67 tahun, Pak Udin masih harus berkeliling menjajakan agar-agar dan camilan demi menghidupi keluarganya.

Setiap hari, Pak Udin mulai berjualan sekitar pukul 8 pagi hingga 11 malam. Jika tidak punya cukup ongkos untuk naik angkot, Pak Udin rela berjalan kaki berkeliling belasan kilometer demi mencari pembeli. Penghasilannya pun tak menentu. Dalam sehari, Pak Udin biasanya hanya membawa pulang sekitar Rp25.000 dari hasil jualan. Dari penghasilan tersebut, Pak Udin masih harus memenuhi kebutuhan istri dan tiga anaknya yang masih sekolah. Kebutuhan sekolah seperti buku paket, seragam, dan perlengkapan lainnya sering kali belum mampu dibayar. Seragam dan buku anak bungsunya bahkan harus menggunakan bekas kakak-kakaknya. Kondisi itu membuat sang anak pernah menjadi bahan cemoohan teman karena seragam yang kebesaran. Di rumah, kebutuhan makan pun sering kali sulit. Saat tidak punya cukup makanan, Pak Udin dan istrinya hanya makan nasi dengan garam. Istri Pak Udin juga memiliki berbagai keluhan kesehatan yang membuat aktivitasnya terbatas. Namun karena takut ke rumah sakit, pengobatan matanya hanya mengandalkan obat tetes. Perjuangan Pak Udin semakin berat ketika dagangannya tidak laku. Agar-agar hanya bertahan satu hari. Jika tidak habis, Pak Udin harus membuangnya. Tak jarang, agar-agar yang tersisa justru dimakan sendiri untuk mengganjal lapar dan agar tidak mubazir. Meski hidup dalam keterbatasan, Pak Udin tetap berusaha berbuat baik kepada pembelinya. Ia sering memberikan harga lebih murah atau tetap menerima pembeli meski uang yang diberikan kurang. Kini, Pak Udin membutuhkan uluran tangan kita agar kebutuhan makan keluarga dan pendidikan anak-anaknya bisa terus terpenuhi. Mari bantu ringankan perjuangan Pak Udin dan keluarganya. Orang baik, sedikit bantuan dari kita bisa menjadi harapan besar bagi keluarga Pak Udin.

Klik tombol "Donasi Sekarang"

Masukkan nominal donasi terbaik

Pilih metode pembayaran

Setiap bantuan yang diberikan akan menjadi harapan baru bagi Abah Udin untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.


Beberapa informasi:

*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan. 

Contact and More Information:

Instagram: @ayokita.peduli

WhatsApp: +62 821-2908-8174

Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com

*Page ini merupakanbagian dari program dan campaign utama yang berjudul Semua Berhak Nyaman.

*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama

Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.
JADI#SirkelBaik