JALAN PINCANG DAN TERANCAM DIUSIR! Pak Uma Berjuang Jualan Korek Dengan Upah 2 Ribu

JALAN PINCANG DAN TERANCAM DIUSIR! Pak Uma Berjuang Jualan Korek Dengan Upah 2 Ribu

Rp 290.000
terkumpul dari Rp 30.000.000
9 Donatur
35 hari lagi
Donasi Sekarang!
Terakhir diperbarui pada 17 April 2026 03:00 WIB

Penggalang Dana

Ayo Kita Peduli

Lembaga Resmi Terverifikasi
Menggalang Dana Untuk:
KAKI TAK SEMPURNA! Pak Uma Tetap Berjualan Korek Dengan Upah 2 Ribu

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

07 April 2026

Bayangkan hidup tanpa pilihan, Itulah yang dialami Pak Uma. Di usianya yang kini 40 tahun, Pak Uma menjalani hari-harinya dengan tubuh yang tak lagi sempurna. Sejak kecil ia mengidap polio. Kakinya mengecil, tak mampu menopang tubuhnya dengan normal. Dulu, ia bahkan harus berpindah tempat dengan merangkak dan mengandalkan kedua tangannya seperti bayi.

 

 

Hari ini, ia bisa berdiri dan berjalan itu pun dengan bantuan tongkat, hasil perjuangan yang baru ia pelajari 5 tahun terakhir. Namun luka Pak Uma bukan hanya pada tubuhnya. Sejak usia 7 tahun, ia merasa ditipu. Ia dijanjikan sekolah dan kehidupan yang lebih baik. Tapi yang ia dapatkan justru sebaliknya. Selama 28 tahun, Pak Uma dijadikan pengemis. Tidak pernah ada sekolah. Tidak ada pendidikan. Tidak ada kesempatan mendapat hidup lebih baik. 

 

 

Ia hanya diajarkan satu hal: menuruti perintah. Akibatnya, hingga kini Pak Uma kesulitan berbicara dengan orang baru. Ia lebih sering mengangguk, karena sejak kecil ia terlalu sering dikekang. Keluarganya baru mengetahui kebenaran pahit itu 5 tahun yang lalu. Selama puluhan tahun, mereka mengira Pak Uma hidup layak di kota. Padahal, ia hanya diberi makan seadanya, hidup tanpa masa depan.

 

Kini, Pak Uma mencoba bangkit. Dengan modal Rp50.000 dari kakaknya, ia mulai berjualan korek api.

Ia menjual 3 pcs korek api seharga Rp6.000, dengan keuntungan hanya Rp2.000. Artinya ia harus berjualan berjam-jam, dari pukul 12 siang hingga 10 malam, hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup yang sangat sederhana: makan, bayar kontrakan, dan mengirim sedikit uang untuk ibunya di kampung yang sudah tidak mampu bekerja.

Tapi kenyataannya tidak semudah itu, ada hari-hari di mana tidak ada satu pun pembeli. Dan di hari seperti itu Pak Uma hanya bisa menahan lapar. Makan 2 kali sehari pun sudah menjadi kemewahan baginya. Pak Uma kini tinggal bersama kakaknya, mengontrak rumah sederhana dengan biaya Rp600.000 per bulan. tapi kontrakan mereka sering berpindah-pindah karena tak mampu membayar. ‘

 

Risiko di jalanan pun selalu mengintai. Pak Uma pernah terjatuh hingga kakinya sobek dan harus dijahit. Ia tidak bisa berjualan selama 3 bulan, yang berarti tidak ada pemasukan sama sekali. Ia juga pernah tertabrak mobil saat berjualan. Belum lagi ancaman dari preman yang kerap meminta uang. Jika tidak diberi, Pak Uma dimarahi.

Di tengah segala keterbatasan itu, ia tetap bertahan. Namun dari semua kesulitan yang ia alami, ada satu hal yang paling membuat hatinya hancur: Saat ia tidak bisa mengirim uang untuk ibunya.

 

 

Cita-cita Pak Uma sebenarnya sangat sederhana Ia ingin pulang, Ia ingin tinggal bersama ibunya… Dan jika memungkinkan, ia ingin membuka warung kecil… agar bisa menghidupi ibunya tanpa harus berpisah jarak.

 

Sobat Berdampak! Pak Uma sudah kehilangan 28 tahun hidupnya. Jangan biarkan sisa hidupnya juga dihabiskan dalam penderitaan yang sama.

Hari ini, kita masih punya kesempatan untuk membantu Pak Uma. Karena bagi Pak Uma setiap hari tanpa bantuan berarti; lebih banyak rasa lapar, lebih banyak risiko di jalanan, dan semakin jauh dari mimpinya untuk membahagiakan ibunya. 

 

Yuk ulurkan tangan terbaikmu dengan berdonasi sekarang.

 

Semoga setiap kebaikan yang kita berikan menjadi amal yang terus mengalir.

 

 

Klik Donasi Sekarang;

Masukan nominal donasinya;

Pilih metode pembayaran;

Dapatkan laporan via email.

 

 

Beberapa informasi:

*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan. 

 

Contact and More Information:

Instagram: @ayokita.peduli

WhatsApp: +62 821-2908-8174

Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com

 

 

*Page ini merupakanbagian dari program dan campaign utama yang berjudul Semua Berhak Nyaman.

 

*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama

Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.

Doa & Donasi Teman Peduli

Anonim

11 April 2026 - 17:29
Rp 50.000
Amin
mudah2 di angkat derajatnya di mudah segala urusanya