Musibah tabrak lari mengubah hidup Mak Asiti. Kecelakaan tersebut menyebabkan kakinya patah hingga kini ia tidak bisa berjalan normal. Karena keterbatasan biaya, Mak Asiti belum pernah mendapatkan pengobatan yang layak di rumah sakit.
Mak Asiti hidup seorang diri. Suaminya telah lama meninggal dunia karena sakit. Dulu, ia berjualan keliling dengan penghasilan sekitar Rp30.000 - Rp50.000 per hari untuk memenuhi kebutuhan hidup. Namun seiring kondisi fisiknya yang semakin melemah, ia tak lagi mampu berjualan.
Kini, untuk bertahan hidup, Mak Asiti hanya mengandalkan pekerjaan membersihkan halaman atau mencabut rumput jika ada tetangga yang memanggilnya. Penghasilannya tidak menentu. Bahkan untuk makan sehari-hari, ia kerap bergantung pada bantuan tetangga sekitar.
Dengan kondisi kaki yang patah dan belum tertangani, Mak Asiti harus berjalan dengan cara ngesot saat ingin berpindah tempat. Setiap langkah adalah perjuangan. Setiap hari adalah ujian kesabaran.
Melalui galang dana ini, kami mengajak Sahabat untuk membantu biaya pengobatan dan kebutuhan hidup Mak Asiti. Bantuan Anda akan menjadi harapan agar ia bisa mendapatkan perawatan yang layak dan menjalani hari-harinya dengan lebih manusiawi.
Mari bersama ringankan beban Mak Asiti. Kebaikan kecil dari kita hari ini bisa menjadi perubahan besar bagi hidupnya.
1.Klik tombol DONASI SEKARANG
2.Masukkan nominal terbaik yang Sahabat mampu
3.Pilih metode pembayaran yang tersedia
Jika belum bisa berdonasi, mohon bantu dengan membagikan halaman galang dana ini, agar semakin banyak tangan baik yang ikut menggenggam harapan Fawwaz.
