Di usia 10 tahun, Abdillah seharusnya sibuk bermain bersama teman-temannya. Tapi sepulang sekolah, ia justru berjalan kaki menjajakan opak dan donat demi membantu ibunya.
Sejak kehilangan sang ayah di usia 7 tahun, Abdillah terbiasa melihat ibunya berjuang seorang diri. Kini, ketika penyakit kolesterol ibunya sering kambuh, Abdillah bahkan harus berjualan sendiri.
Penghasilannya tidak seberapa. Saat sepi, terkadang ia hanya membawa pulang sekitar Rp5.000. Saat ramai pun paling banyak sekitar Rp20.000. Sebagian besar hasilnya diberikan kepada sang ibu, sementara ia hanya menyisakan sedikit untuk jajan.
Meski lelah dan harus kehilangan banyak waktu bermain, Abdillah tetap semangat. Ia punya satu mimpi sederhana: menjadi tentara dan suatu hari bisa membelikan rumah yang layak untuk ibunya.
Yuk, bantu Abdillah dan ibunya melewati perjuangan ini. Semoga sedikit bantuan dari kita bisa membuat langkah kecil Abdillah menuju cita-citanya jadi lebih ringan.
1.Klik tombol “DONASI SEKARANG”
2.Masukkan nominal terbaik yang Sahabat mampu
3.Pilih metode pembayaran yang tersedia
Semoga setiap rupiah yang kita sisihkan menjadi jalan rezeki untuk Dek Abdillah menjadi amal jariyah yang terus mengalir untuk kita, Aamiin.