BERJUANG DEMI SEKOLAH!! Bocah ini Berjualan Dipinggir Jalan Demi Keluarga dan Bayar Sekolah

BERJUANG DEMI SEKOLAH!! Bocah ini Berjualan Dipinggir Jalan Demi Keluarga dan Bayar Sekolah

Rp 805.000
terkumpul dari Rp 30.000.000
13 Donatur
0 hari lagi
BANTU SEKARANG!
Terakhir diperbarui pada 14 January 2026 16:20 WIB

Penggalang Dana

Ayo Kita Peduli

Lembaga Resmi Terverifikasi
Menggalang Dana Untuk:
Jual Mochi Demi Bisa Sekolah! Bantu Juang Bocah Pejuang Keluarga

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

12 December 2025

Di balik langkah kecil seorang anak kelas 6 SD bernama Dimas, tersimpan cerita perjuangan yang jauh lebih besar daripada usianya. Sejak kelas 4 SD, Dimas telah menjadi penjual mochi keliling bukan karena ingin, tapi karena keadaan keluarga yang mengharuskannya tetap bertahan.

Dengan kondisi speech delay, Dimas tetap memilih berjuang. Setiap hari sepulang sekolah, dari pukul 15.00 hingga 18.30, ia berjalan kaki dari rumahnya sambil membawa puluhan mochi di tangannya. Kadang menghasilkan hanya Rp30.000, tetapi semangatnya tidak pernah turun. Tangan kecilnya sering sakit karena beban jualan, namun ia tetap melangkah.

 

Perjalanan ini bermula ketika Dimas dan adiknya, Diki, memanjat pohon jambu milik tetangga saat panen. Mereka menjual hasil panen itu dan mendapatkan uang Dari situ, mereka meminta izin pada ibunya untuk berjualan mochi. Ibunya yang setiap hari merawat adik bungsu mereka membuatkan mochi dengan modal hasil pinjaman karena keluarga tak punya uang untuk memulai usaha.

Setiap hari biasa, Dimas menjual sekitar 30 pcs.

Setiap hari libur, ia dan Diki pergi ke area pacuan kuda sejak pagi hingga siang, membawa 90 pcs mochi yang dijual Rp2.500. Tempat itu ramai pengunjung, tetapi perjalanan panjang membuat tangan Dimas sering pegal. Meski begitu, ia tetap tersenyum, karena dari penghasilan itulah keluarga bisa makan dan ia tetap bisa bersekolah.

 

Ayah angkat Dimas bekerja sebagai kuli bangunan dengan penghasilan tidak menentu. Ayah kandungnya telah meninggal dunia. Kondisi ekonomi keluarga membuat Dimas dan adiknya tidak pernah meminta uang jajan ketika sekolah. Terkadang listrik rumah mereka pun padam karena telat bayar.

 

Walau berat, Dimas tetap ingin sekolah. Ia punya mimpi, tetapi penyakit speech delay membuat ia sulit memahami pelajaran. Pernah dibully dari kelas 3 dan 5 dicubit hingga membiru, Dimas memilih diam karena takut. Ibunya ingin Dimas lanjut SMP, tapi biaya dan ketakutan akan bullying membuatnya berkali-kali berpikir ulang.

Namun di balik segala kesulitan, Dimas tidak pernah kehilangan hatinya.

Jika jualan tidak habis, ia memilih membagi mochi kepada teman-temannya.

Jika harus membayar kegiatan sekolah, seperti perpisahan ia membayar dengan dicicil.

Ia tidak pernah mengeluh, tidak pernah meminta, hanya ingin satu hal:

“Dimas ingin punya sepeda untuk berangkat sekolah dan bisa bermain dengan teman-temannya.”

 

Dari mochi kecil yang ia jual setiap hari, keluarga Dimas bertahan hidup.

Dari semangat kecilnya, Dimas menjaga mimpi besarnya untuk tetap sekolah meski harus berjalan lebih jauh daripada anak-anak lain seusianya.

  • Klik “Donasi Sekarang;
  • Masukan nominal donasinya;
  • Pilih metode pembayaran;
  • Dapatkan laporan via email.

Beberapa informasi:

*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan. 

Contact and More Information:

Instagram: @ayokita.peduli

WhatsApp: +62 821-2908-8174

Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com

Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.

Progress

Ayo Kita Peduli

24 March 2026
Semua Berhak Belajar Dek Dimas Tahap 1

Assalamua'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Hallo, Sobat Berdampak!


Dek Dimas merupakan seorang anak yang bekerja dengan menjual mochi secara keliling demi bertahan hidup. Bantuan yang diberikan berupa santunan tunai.

Alhamdulillah kita telah melaksanakan program penyaluran Semua Berhak Belajar untuk Dek DImas.


Kami mewakili Dek Dimas dan keluarga mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Sobat Berdampak atas donasi dan dukungan yang telah diberikan.


Alhamdulillah, bantuan sudah diterima dan disambut dengan rasa syukur serta bahagia oleh Dek Dimas sekeluarga.


Terima kasih atas kebaikan yang telah dibagikan.


Salam hangat,

Ayo Kita Peduli

Doa & Donasi Teman Peduli

Anonim

23 December 2025 11:27
Rp 20.000
Amin