Sakit HYDROCEPHALUS Di Kepalanya Semakin Membesar, Bantu Putri Maolidia Berjuang!

Sakit HYDROCEPHALUS Di Kepalanya Semakin Membesar, Bantu Putri Maolidia Berjuang!

Rp 50.000
terkumpul dari Rp 35.000.000
1 Donatur
39 hari lagi
BANTU SEKARANG!!
Terakhir diperbarui pada 18 August 2026 18:00 WIB

Penggalang Dana

SAPA Foundation

Lembaga Resmi Terverifikasi
Menggalang Dana Untuk:
Bantu Putri Maolidia Mendapatkan Operasi dan Pengobatan Untuk Bisa Sembuh

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

12 August 2026

Salam sapa, salam kemanusiaan! Kali ini kami dari relawan SAPA mengunjungi kediaman adik Putri Maolidia berusia 4 tahun tinggal di wilayah Kabupaten Tasikmalaya mengidap 3 penyakit sekaligus yaitu Pembesaran Kepala/hydrocephalus, Benjolan diatas tulang ekor serta kelainan kaki kiri bengkok/Cerebral Palsy dan sedang menjalani pengobatan di RSUD Kabupaten Tasikmalaya kemudian disarankan lanjut pengobatan ke RSUP Dr. Hasan Sadikin Kota Bandung. Sejak lahir putri sudah mengidap berbagai kelainan fisik yang sudah terindikasi sejak dalam kandungan. Saat usia kandungan 6 bulan ibu Wina ibunda putri melakukan pemeriksaan ke bidan setempat bersama suami sebab ia merasa ini momen harmonis karena putri adalah anak pertama, namun ketika dilakukan USG biasa bidan setempat menyarankan untuk pemeriksaan lanjut ke Rumah Sakit untuk melakukan USG Tiga Dimensi dikarenakan kemungkinan besar posisi anak dalam kandungan kurang baik dan kemungkinan mengidap kelainan. Dikarenakan uangnya pas-pasan dan hanya cukup buat pemeriksaan di daerah, maka orang tua putri pulang kembali dan hanya bisa mengelus dada karena jarak tempuh ke Rumah Sakit Daerah saja memakan waktu 2,5 jam perjalanan. Ternyata benar saat lahir putri mempunyai kelainan, yang seharusnya lahir bayi normal umumnya bagian kepala terlebih dahulu akan tetapi adik Putri ini lahir leter U dengan kondisi lahir bokong terlebih dahulu yang mana benjolan di atas bokong dan kakinya sempat nyangkut bahkan bagian kakinya sudah bengkok bahkan bagian kepala yang besar. Dikarenakan kondisi demikian yang disertai sesak, kejang-kejang hingga kritis pihak medis setempat langsung merujuk putri ke IGD RS Umum Daerah di Kabupaten Tasikmalaya RSUD KH Zainal Mustafa dan dirawat kurang lebih selama 3 minggu. Keharmonisan keluarga kecil putri saat itu masih sangat terasa sang ayah masih sempat menunggu dirumah sakit, namun ketika putri sudah dinyatakan pulang oleh pihak rumah sakit sang ayah kini pergi meninggalkan putri bahkan belum pernah menengok putri hingga saat ini hingga berbuntut perceraian sepihak. Kondisi Putri saat ini hanya terbaring di rumah kakeknya dengan kondisi yang memprihatinkan. Pengobatan terakhir Putri memang harus dirujuk ke RS Umum Provinsi Dr.Hasan Sadikin Bandung untuk dilakukan operasi benjolan yang ada di belakang bokong, pembuangan cairan di bagian kepala serta terapi kaki yang mana perlu biaya yang sangat besar dikarenakan saat itu adik Putri tidak mempunyai BPJS sehingga pengobatannya terhambat. Untuk biaya berobat adik putri pernah dibawa merantau ke daerah riau yang mana sang ibu ikut saudaranya untuk berdagang di sana sambil dilakukan terapi. Sebelum merantau kehidupan Putri bergantung pada sang Nenek sambungnya yang bekerja serabutan sebagai buruh pemetik daun teh yang mana upahnya kurang lebih Rp.50.000,- per hari itupun jika lagi musim panen dan hanya cukup untuk biaya sehari-hari. Selain sang nenek, Ibu Wina juga bekerja sebagai penjahit di kampung dengan penghasilan kurang lebih 250-300rb per minggu itupun jika kerjaannya lancar, jika sedang tidak ada kerjaan, Ibu Wina suka ngerjain permak pakaian yang disuruh warga setempat dengan upah seadanya bahkan tidak jarang jika di kampung halaman hanya dengan beras. Tak dipungkiri bantuan berobat saat dirawat dirumah sakit juga banyak dibantu oleh warga setempat beserta ibu Kepala Desa setempat dikarenakan saat itu biaya rumah sakit umum sehingga tidak bisa pulang sebelum pembayaran selesai. Ibu Wina sangat berharap agar anaknya ini bisa terus menjalani pengobatan dan bisa seperti anak-anak lain seusianya. #sahabatsapa, mari iringi pejuang kami. Jangan biarkan masa tua dan masa depan keluarganya terus terpuruk. Yuk dukung program ini dengan cara: 1. Klik "DONASI SEKARANG" 2. Masukkan nominal donasi 3. Pilih metode pembayaran 4. Ikuti instruksi untuk menyelesaikan pembayaran 5. Dapatkan laporan melalui email Tak hanya berdonasi secara materi, #sahabatsapa juga bisa membagikan halaman galang dana ini agar lebih banyak lagi tangan-tangan malaikat mengiringi perjuangan mereka. Terimakasih #sahabatsapa

Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.

Doa & Donasi Teman Peduli

Anonim

12 August 2026 23:13
Rp 50.000
Amin