“Kalau hari ini tidak ada yang menolong anak saya… mungkin besok saya hanya bisa memeluk kenangannya.”
Kalimat itu terucap lirih dari Bu Aisah, seorang ibu yang setiap hari hidup dalam ketakutan kehilangan anak tercintanya. Bukan tanpa alasan… karena waktu terasa berjalan begitu cepat, sementara ia tak punya cukup daya untuk menyelamatkan.
Di sebuah rumah sederhana yang mulai rapuh, anaknya (12 tahun) hanya bisa terbaring lemah di atas kasur tipis. Tak ada lagi tawa, tak ada lagi langkah kecil yang dulu berlari di sore hari.
Sudah hampir 10 bulan, hari-harinya dihabiskan dalam kondisi tak berdaya.
Ia didiagnosis mengalami spinal cord injury (cedera saraf tulang belakang), kondisi yang membuat tubuhnya perlahan kehilangan kemampuan untuk bergerak. Kini, ia tak lagi mampu duduk, apalagi berdiri. Tubuhnya semakin melemah dari hari ke hari. Bahkan, punggungnya mulai melepuh karena terlalu lama terbaring tanpa perawatan yang memadai.
Jika hari ini tidak ada yang membantu, entah sampai kapan ia mampu bertahan.
Di balik semua itu, ada perjuangan tanpa henti dari seorang ibu.
Di usianya yang tak lagi muda, ia merawat anaknya seorang diri di rumah peninggalan orang tuanya yang sederhana. Sang suami telah lama bekerja di luar kota tanpa kabar, tanpa kepastian, tanpa nafkah yang bisa diandalkan.

Setiap hari, ia berjalan kaki menjajakan lauk titipan tetangga. Dari pagi hingga sore, ia berkeliling berharap dagangannya habis terjual. Namun hasilnya tak pernah pasti. Kadang hanya Rp15.000 hingga Rp20.000 yang bisa ia bawa pulang. Itu pun jika beruntung. Dan di tengah perjuangan itu, ada luka yang lebih dalam. Ia terpaksa meninggalkan anaknya sendirian di rumah. Dalam sunyi, dalam lemah, tanpa siapa pun yang menjaga.
“Kasihan sebenarnya ditinggal sendiri… tapi saya harus jualan… kalau ada uang, pengen langsung dibawa berobat… tapi sekarang untuk makan saja harus nunggu dagangan laku…” InsanBaik, waktu tidak berpihak pada mereka. Perjuangan ini pun tak bisa dijalani sendirian
Sekecil apa pun bantuan yang kita berikan hari ini, dapat menjadi harapan besar untuk pengobatan dan pemulihannya agar Rafi bisa kembali menjalani hidup seperti anak-anak seusianya.
Disclaimer: Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk biaya pengobatan, perawatan, serta kebutuhan penunjang lainnya, termasuk membantu keberlangsungan usaha sang ibu dan penerima manfaat lain dalam program sosial kemanusiaan di bawah naungan Amal Baik Insani.