“Safira pengen terus sekolah, pengen jadi orang sukses supaya Ayah gak perlu keliling jadi badut lagi.”
Di usia 10 tahun, Safira harus berjualan camilan sepulang sekolah demi membantu ayahnya memenuhi kebutuhan hidup. Jika dagangannya habis, ia hanya mendapat sekitar Rp15.000 sehari.
Safira tinggal berdua dengan ayahnya, Pak Cepi (50), yang bekerja sebagai badut jalanan. Penghasilannya tak menentu, sekitar Rp20.000 saat ramai, bahkan tidak mendapat penghasilan ketika hujan.
Kondisi sulit membuat mereka kerap menunggak kontrakan. Dulu, Safira bahkan pernah tinggal di atas gerobak dan berpindah-pindah di emperan warung hingga akhirnya bisa kembali bersekolah tahun ini.
Kini Safira punya satu harapan sederhana: terus sekolah, menjadi orang sukses, dan suatu hari bisa membahagiakan ayahnya.
Mari bantu Safira memenuhi kebutuhan pendidikan, kebutuhan sehari-hari, serta meringankan biaya tempat tinggalnya. Semoga Safira bisa terus belajar, bermimpi, dan memiliki tempat yang aman untuk pulang. 💛
Disclaimer: Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk biaya pendidikan Safira dan penunjang kebutuhan. Dana juga dapat digunakan untuk penerima manfaat lain serta program sosial kemanusiaan lainnya di bawah naungan Amal Baik Insani.
