Bantu Redakan Sakit Falah Karena Punggung Melengkung
Bantu Redakan Sakit Falah Karena Punggung Melengkung

Bantu Redakan Sakit Falah Karena Punggung Melengkung

Rp 150.000
terkumpul dari Rp 70.000.000
Donatur
4
Tercapai
0%
Sisa waktu
Berakhir
Galang dana sudah berakhir

Diperbarui 19 May 2026, 00:00 WIB

Penggalang Dana

Ayo Kita Peduli
Lembaga resmi terverifikasi
Menggalang dana untuk
BERDAMPAK BERDAYA II

Cerita

05 March 2026
Kerjasama campaign iklan berbayar
Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Di usianya yang baru 14 tahun, Falah seharusnya sibuk belajar, bercanda bersama teman-temannya, dan berlari di lapangan mengejar bola. Namun kenyataannya, masa remajanya justru diisi dengan rasa sakit yang tak pernah benar-benar pergi.

Sejak lahir, Falah hidup dengan tulang belakang yang melengkung—skoliosis. Tubuhnya perlahan tumbuh tak seperti anak-anak lain. Bahunya tak lagi sejajar. Panggul kiri dan kanan berbeda tinggi. Dada dan punggungnya menjorok ke dalam. Setiap hari ia menahan nyeri yang menusuk hingga ke lambung dan paru-paru, membuatnya sering sesak napas.

“Anak saya sering diejek… kadang saya sedih. Tapi Falah cuma bilang, ‘Gak apa-apa mah, emang Falah kondisinya seperti ini.’” Begitu tutur Bu Ela, ibunya, dengan mata yang tak mampu menyembunyikan kesedihan.

Bertahun-tahun Falah tak pernah mendapat pengobatan karena keterbatasan biaya. Hingga di usia 12 tahun, kondisinya semakin memburuk. Rasa sakit datang lebih sering. Sesak dan ngilu tak lagi mengenal waktu. Pada September 2025, akhirnya Falah dibawa ke rumah sakit dan didiagnosis skoliosis berat. Dokter memutuskan operasi pada punggungnya. Ia dirawat hampir tiga minggu.

 

Namun perjuangan belum selesai. Kini Falah harus kontrol rutin ke rumah sakit. Ia masih sering terbaring lemah. Sudah hampir satu bulan ia belum bisa beraktivitas seperti biasa. Padahal, ia sangat rindu sekolah. Ia rindu bermain bola—hobinya sejak kecil. Ia bahkan bercita-cita menjadi pemain bola profesional.

 

Mimpinya sederhana, tapi jalannya terjal. Selama Falah dirawat, Bu Ela terpaksa berutang ke sana kemari. Hutang menumpuk. Suaminya sudah enam bulan menganggur dan kini merantau mencari pekerjaan—namun belum juga mendapatkan penghasilan. Saat ini, satu-satunya penopang keluarga hanyalah Bu Ela.

Ia berjualan gorengan keliling dan mie ayam di rumah dengan modal pinjaman. Penghasilannya tak lebih dari Rp75.000 per hari—itu pun jika dagangan habis dan tidak banyak yang berutang. Sering kali pembeli tak membayar. Hasil jualan hanya cukup untuk makan seadanya.

 

Untuk sekali kontrol berobat, Bu Ela harus menyiapkan sekitar Rp300.000 untuk ongkos pulang-pergi. Dokter juga menyarankan Falah minum susu khusus tulang seharga Rp500.000—yang hingga kini belum mampu ia beli. Di rumah, Bu Ela juga merawat ibunya yang sudah sepuh.

Di tengah segala keterbatasan, Bu Ela tetap bertahan. Demi Falah.

 

Sobat Berdampak, masa depan Falah masih panjang. Namun skoliosis ini mengancamnya lumpuh jika tidak menjalani pengobatan dan perawatan dengan baik.

 

Hari ini, kita bisa menjadi bagian dari harapan Falah. Uluran tangan Anda akan membantu Biaya kontrol dan pengobatan rutin Falah, Kebutuhan nutrisi untuk pemulihan tulangnya, Kebutuhan harian keluarga yang kini terhimpit ekonomi

 

Mari bantu Falah kembali ke sekolah. Kembali menendang bola di lapangan. Kembali bermimpi tanpa dibayangi rasa sakit. Karena setiap anak berhak tumbuh tanpa ejekan. Setiap anak berhak sehat.

Dan setiap mimpi layak diperjuangkan.

 

  • Klik “DONASI SEKARANG”;
  • Masukkan nominal donasinya;
  • Pilih metode pembayaran;
  • Dapatkan laporan via e-mail.

 

Beberapa informasi:

*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan. 

Contact and More Information:

Instagram: @ayokita.peduli

WhatsApp: +62 821-2908-8174

Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com

 

*Page ini merupakan page Campaign Utama dan memilki turunan page Fundraiser sebagai medium penyebaran informasi dan penggalangan dana untuk para penerima manfaat. 

 

*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama.

 

*Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memberikan Paket Hadiah Sembako, Bantuan Modal Usaha Penerima Manfaat, dan Bantuan Lainnya kepada para penerima manfaat yang membutuhkan. Selain itu hasil donasi juga akan disalurkan untuk penerima manfaat lainnya berdasarkan analisa kebutuhan pihak Yayasan.

Disclaimer: Informasi, opini, dan foto di halaman galang dana ini milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah atau kecurigaan, silakan laporkan kepada kami.

Kabar Terbaru

Lihat semua
Ayo Kita Peduli
23 August 2026

Semua Berhak Nyaman Abah Enjang

Assalamua'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Hallo, Sobat Berdampak!


Abah Enjang Aan merupakan seorang lansia 60 tahun dengan kondisi rentan dan bekerja sebagai penjual kaos kaki keliling. Bantuan yang diberikan berupa medical check up, kebutuhan bahan pokok dan santunan tunai.

Alhamdulillah kita telah melaksanakan program penyaluran Semua Berhak Nyaman untuk Abah Enjang Aan.


Kami mewakili Abah Enjang Aan dan keluarga mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Sobat Berdampak atas donasi dan dukungan yang telah diberikan.


Alhamdulillah, bantuan sudah diterima dan disambut dengan rasa syukur serta bahagia oleh Abah Enjang Aan sekeluarga.


Terima kasih atas kebaikan yang telah dibagikan.


Salam hangat,

Ayo Kita Peduli

Doa & Donasi

Lihat semua
Anonim
Rp 20.000
29 March 2026, 05:26