Antara Sekolah dan Jualan Keliling, Tasya Jalani Hari dengan Penuh Perjuangan

Antara Sekolah dan Jualan Keliling, Tasya Jalani Hari dengan Penuh Perjuangan

Rp 0
terkumpul dari Rp 30.000.000
0 Donatur
29 hari lagi
Donasi Sekarang!
Terakhir diperbarui pada 17 April 2026 03:00 WIB

Penggalang Dana

Ayo Kita Peduli

Lembaga Resmi Terverifikasi
Menggalang Dana Untuk:
Bantu Bocah Penjual Gorengan Tak Putus Sekolah!

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

15 April 2026

Di usia 13 tahun, Tasya seharusnya pulang sekolah untuk bermain atau beristirahat. Namun kenyataannya berbeda. Setiap hari setelah pulang sekolah, Tasya langsung mengambil sepeda tuanya untuk berkeliling menjual gorengan atau dimsum di sekitar rumah dan perumahan.

 

 

Dagangan yang ia jual pun bukan miliknya sendiri, Tasya hanya mengambil dari orang lain untuk dijual kembali. Dari pagi hingga siang ia belajar di sekolah, lalu siang hingga sore bahkan kadang sampai malam, Tasya berjuang mencari pembeli. Jika dagangannya habis, Tasya sangat bahagia. Tapi jika hanya sedikit yang laku, ia pulang dengan hati sedih karena merasa belum bisa membantu mamahnya.

 

 

Tasya tinggal di kontrakan sederhana bersama kedua orang tua dan dua kakaknya. Ayahnya bekerja di depot air dengan gaji sekitar Rp700 ribu per bulan, sementara ibunya kadang mencari rongsokan demi menambah biaya makan keluarga. Dari berjualan keliling dengan sepeda, Tasya paling banyak hanya mendapat keuntungan sekitar Rp25 ribu sehari.

 

 

Perjuangan Tasya tidak selalu mudah. Ia pernah jatuh dari sepeda karena ban licin saat hujan hingga dagangannya basah dan rusak. Pernah juga rem sepedanya tiba-tiba blong sampai kuku kakinya berdarah. Bahkan Tasya pernah jatuh sakit karena terlalu lelah berjualan.

 

 

Meski begitu, Tasya tetap semangat. Sebagian hasil jualannya ia berikan kepada ibunya untuk membantu keluarga. Kadang jika tidak ada lauk di rumah, Tasya hanya makan dengan kecap. Baju pramuka yang ia pakai pun masih yang sama sejak kelas 1 SD, kini sudah sempit dan tidak layak dipakai lagi.

 

Saat ini keluarga Tasya bahkan belum mampu membayar kontrakan bulan ini.

 

 

Sahabat baik, di balik lelahnya berjualan, Tasya memiliki mimpi besar. Ia ingin membeli perlengkapan sekolah yang layak, memperbaiki sepedanya agar aman dipakai berjualan, dan suatu hari nanti ingin menjadi dokter hewan. Tasya juga bermimpi bisa membuat dimsum sendiri dan membuka warung kecil di rumah agar tidak perlu lagi berkeliling jauh untuk berjualan.

 

Mari bersama kita bantu Tasya agar bisa terus sekolah, membantu keluarganya, dan mengejar cita-citanya.

Sedikit bantuan dari kita bisa menjadi harapan besar bagi Tasya dan keluarganya.

 

Yuk ulurkan tangan terbaikmu dengan berdonasi sekarang.

Semoga setiap kebaikan yang kita berikan menjadi amal yang terus mengalir.

 

  • Klik Donasi Sekarang;
  • Masukan nominal donasinya;
  • Pilih metode pembayaran;
  • Dapatkan laporan via email.

 

 

Beberapa informasi:

*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan. 

Contact and More Information:

Instagram: @ayokita.peduli

WhatsApp: +62 821-2908-8174

Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com

 

Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.