Di usia 6 tahun, Udi seharusnya bermain dan belajar seperti anak-anak lainnya. Namun kenyataannya jauh berbeda. Setiap hari, sejak pagi hingga sore, Udi harus ikut membantu kedua orang tuanya berjualan alat tulis dan amplop lebaran di jembatan penyeberangan.

Dagangan yang Udi jual pun bukan miliknya sendiri. Ia hanya mengambil dari orang lain untuk dijual kembali dengan keuntungan sekitar Rp500 hingga Rp1.000 per barang. Meski kecil, Udi tetap menjalaninya dengan ikhlas demi membantu orang tuanya.
Setiap hari Udi berbagi tugas dengan ibunya. Sang ibu berjualan berkeliling ke daerah lain, sementara Udi tetap bertahan di jembatan. Ia mengaku tidak berani berjualan di jalan karena takut tertabrak kendaraan.

Kehidupan Udi sangat memprihatinkan. Saat ini ia bersama orang tua dan adiknya harus tinggal di jembatan, setelah dua minggu lalu diusir dari kontrakan karena tidak mampu membayar sewa. Mereka tidur hanya beralaskan kain tipis, berlindung seadanya agar tidak terkena hujan.
Di usia yang masih sangat kecil, Udi sudah harus menghadapi berbagai kesulitan. Ia tidak memiliki sandal karena sudah rusak dan belum mampu membeli yang baru. Pakaiannya pun sangat terbatas, bahkan bisa berhari-hari tidak berganti. Kondisi kesehatannya juga memprihatinkan, bibirnya sering sariawan, giginya rusak, dan ia mengalami sakit lambung karena sering menahan lapar.
Keterbatasan juga membuat Udi belum pernah merasakan bangku sekolah. Bukan karena tidak ingin, tetapi karena kondisi ekonomi yang tidak memungkinkan. Kakaknya pun harus dititipkan ke keluarga karena orang tuanya tidak mampu membiayai kebutuhan mereka semua.
Cobaan hidup mereka semakin berat ketika pernah menjadi korban kejahatan. Uang yang sudah dikumpulkan untuk membayar kontrakan dirampas oleh orang tak dikenal yang menodong ibunya dengan pisau.

Mari bersama kita bantu Udi dan keluarganya agar bisa memiliki tempat tinggal yang layak, mendapatkan kehidupan yang lebih baik, dan merasakan pendidikan seperti anak-anak lainnya.
Yuk ulurkan tangan terbaikmu dengan berdonasi sekarang.
Semoga setiap kebaikan yang kita berikan menjadi amal yang terus mengalir.

Beberapa informasi:
*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan.
Contact and More Information:
Instagram: @ayokita.peduli
WhatsApp: +62 821-2908-8174
Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com
Assalamua'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Hallo, Sobat Berdampak!
The Power of Kindness merupakan program dari Ayo Kita Peduli yang bertujuan untuk membuktikan bagaimana kekuatan dari sebuah uluran tangan kebaikan satu orang dapat berdampak besar ke hidup orang lain. Bantuan ini tidak hanya membuat mereka bahagia saja, tetapi juga menjdi sebuah rasa syukur besar karena mereka dapat pengakuan bahwa mereka berhak untuk dirayakan dan hidup layak tanpa syarat apapun. Dengan ini, kami berharap kita semua dapat memberikan uluran tangan kebahagiaan lebih banyak lagi dan tak terbatas. Mereka yang berhak menerima bantuan ini adalah mereka yang tidak sempat mengeluh untuk capeknya hidup.
Sekali lagi, Alhamdulillah kebaikan-kebaikan ini sudah tersampaikan dengan baik dan amanah. Terima kasih atas kasih uluran tangan yang tidak pernah habis.
Salam hangat,
Ayo Kita Peduli