Bantu Nenek Ringkih Penjual Kerupuk Menyambung Hidup

Bantu Nenek Ringkih Penjual Kerupuk Menyambung Hidup

Rp 1.990.000
terkumpul dari Rp 30.000.000
52 Donatur
20 hari lagi
Bantu Sekarang!
Terakhir diperbarui pada 01 September 2026 12:00 WIB

Penggalang Dana

Yayasan Aksi Indonesia Dermawan (Penderma.id)

Lembaga Resmi Terverifikasi
Menggalang Dana Untuk:
Upahnya Cuma 2500, Nenek Ini Paksakan Keliling Berkilo-kilo Demi Bisa Makan Di Hari Itu

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

20 August 2026

Bantu Nenek Kurniasih, Lansia 81 Tahun yang Tetap Berjualan Demi Sepiring Nasi Di usia 81 tahun, ketika seharusnya Nenek Kurniasih bisa menikmati masa tua dengan tenang, beliau justru masih harus berjuang mencari penghasilan seorang diri. Nenek Kurniasih adalah seorang janda yang kini hidup sendiri. Suaminya telah meninggal dunia, sementara anak-anaknya sudah berkeluarga dan menjalani kehidupan masing-masing. Selama lebih dari 10 tahun, Nenek Kurniasih bertahan hidup dengan berjualan kicimpring. Setiap pagi sekitar pukul 05.00, beliau mulai bersiap dan berjualan hingga sekitar pukul 11.00. Kicimpring yang dijualnya dihargai hanya Rp4.000 per bungkus, sementara penghasilannya dalam sehari hanya sekitar Rp10.000–Rp15.000. Dengan penghasilan sekecil itu, kebutuhan sehari-hari tentu tidak mudah dipenuhi. Kadang, ketika uang yang dimiliki tidak cukup untuk membeli beras, Nenek Kurniasih terpaksa berutang terlebih dahulu ke warung. Hutang tersebut baru dibayar ketika beliau kembali memiliki uang dari hasil berjualan. Yang membuat perjuangannya semakin berat adalah kondisi tubuhnya yang sudah tidak lagi sekuat dulu. Nenek Kurniasih kini kesulitan berjalan. Lututnya sering terasa sakit dan beliau tidak mampu jongkok terlalu lama. Beliau juga sering merasa pusing dan harus beberapa kali beristirahat ketika sedang berjualan karena kondisi tubuhnya yang sudah menurun. Namun, rasa sakit dan usia tak membuat Nenek Kurniasih memilih untuk meminta-minta. “Lebih baik usaha sendiri daripada meminta-minta.” Itulah prinsip yang terus beliau pegang. Nenek Kurniasih memilih tetap bekerja dengan tenaga yang tersisa demi memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri. Di balik kesederhanaannya, Nenek Kurniasih juga dikenal sebagai sosok yang jujur dan baik hati. Bahkan, beliau pernah menemukan sebuah dompet berisi uang dan memilih mengembalikannya kepada pemiliknya. Kini, harapan Nenek Kurniasih sebenarnya sangat sederhana. Beliau hanya ingin **tidak kekurangan beras untuk makan** dan memiliki **kios sendiri** agar bisa berjualan dengan lebih layak tanpa harus terus berpindah-pindah tempat. Sahabat, di usia 81 tahun Nenek Kurniasih masih berusaha berdiri di atas kakinya sendiri. Tetapi dengan penghasilan hanya sekitar Rp10.000–Rp15.000 sehari, setiap hari adalah perjuangan untuk sekadar memenuhi kebutuhan makan. Mari bersama-sama bantu Nenek Kurniasih agar tidak lagi kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bantuan yang terkumpul nantinya dapat digunakan untuk modal usaha dan kebutuhan hidup sehari-hari, sehingga beliau bisa terus berjualan dengan lebih baik dan memiliki kesempatan untuk menjalani masa tuanya dengan lebih layak. Yuk, bantu Nenek Kurniasih hari ini. Sedikit bantuan dari kita mungkin terlihat sederhana, tetapi bagi Nenek Kurniasih, itu bisa berarti beras untuk makan, modal untuk kembali berjualan, dan harapan untuk menjalani hari-hari dengan lebih tenang.


  1. Klik Donasi Sekarang;
  2. Masukan nominal donasinya;
  3. Pilih metode pembayaran;
  4. Dapatkan laporan via email.

 





Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.

Doa & Donasi Teman Peduli

Anonim

27 August 2026 17:17
Rp 20.000
Amin