Diperbarui 05 June 2026, 00:00 WIB
Zemes, seorang anak laki-laki berusia 23 tahun, harus menjalani hidup dalam kondisi yang jauh dari kata normal. Sejak usia 40 hari, ia didiagnosis Hidrosefalus yang membuat kepalanya membesar dan tubuhnya tidak bisa berkembang seperti anak seusianya. Hari-harinya hanya dihabiskan dengan terbaring, tidak bisa duduk apalagi berjalan. Untuk makan pun, Zemes masih bergantung pada bubur bayi, dan untuk kebutuhan sehari-hari harus menggunakan popok karena belum mampu mandiri.
Perjuangan Zemes semakin berat ketika sang ayah yang selama ini bekerja serabutan sebagai pengangkat kayu dan buruh kebun, kini jatuh sakit jantung dan paru-paru sejak 8 bulan terakhir. Penghasilan keluarga pun praktis terhenti. Untuk memenuhi kebutuhan Zemes seperti popok dan bubur saja membutuhkan sekitar Rp100.000 per minggu angka yang terasa sangat berat bagi keluarga ini. Bahkan dalam kondisi terdesak, orang tuanya pernah terpaksa menggunakan plastik sebagai pengganti popok. Harapan untuk melanjutkan pengobatan ke rumah sakit pun pupus karena keterbatasan biaya dan jauhnya akses, membuat keluarga hanya bisa pasrah dengan keadaan.
Di tengah keterbatasan ini, harapan keluarga Zemes sangat sederhana: mereka ingin kebutuhan dasar Zemes terpenuhi setiap hari, agar ia tetap bisa bertahan hidup dengan layak. Sekecil apa pun bantuan yang diberikan, akan sangat berarti bagi keberlangsungan hidup Zemes.