Di usia 87 tahun, Abah Didi masih harus berjualan mainan setiap hari demi keluarganya.
Sudah lebih dari 10 tahun Abah berjualan mainan dengan harga Rp3.000–Rp15.000. Namun, rata-rata penghasilannya hanya sekitar Rp30.000 per hari.
Tubuh Abah kini sudah semakin renta. Pendengarannya berkurang, penglihatannya terbatas, dan ia sering mengalami sesak napas karena asma yang semakin kronis. Bahkan, lima tahun lalu Abah pernah jatuh saat berjualan hingga mengalami stroke.
Sebenarnya Abah sudah ingin beristirahat. Tapi Abah masih memiliki dua anak yang harus ia perjuangkan agar tetap sekolah. Karena itu, meski sakit dan harus berjalan tertatih-tatih, Abah tetap berjualan setiap pagi.
Istrinya pun ikut berjualan keliling dengan penghasilan sekitar Rp40.000 per hari untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga.
Saat ini, kebutuhan sekolah anak-anak, obat-obatan, makan sehari-hari, hingga cicilan rumah masih menjadi beban yang harus mereka pikirkan.
Abah tidak ingin banyak. Ia hanya ingin anak-anaknya tetap makan dan tidak putus sekolah.
Mari bantu ringankan langkah Abah Didi.
Agar di usia senjanya, Abah tidak harus terus berjuang sendirian. ❤️