Diperbarui 24 October 2026, 21:00 WIB
Di saat banyak orang pulang untuk beristirahat, Pak Heri masih harus berjuang mencari sesuap nasi.
Namanya Pak Haerul, atau yang akrab disapa Pak Heri. Sehari-hari, beliau berjualan koran keliling di sekitar Cibabat, Cimahi. Dari siang hingga menjelang magrib, Pak Heri terus melangkah, menawarkan korannya kepada orang-orang yang ditemui di sepanjang jalan. Namun, langkah Pak Heri tidaklah mudah. Sejak usia 2 tahun, Pak Heri mengalami disabilitas fisik yang membuat kedua kakinya tidak bisa berjalan secara normal. Kondisi itu sudah menemani perjalanan hidupnya sejak kecil. Kini, di tengah keterbatasan fisiknya, beliau masih harus berjuang sendiri untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Pak Heri tidak memiliki istri. Keluarganya tinggal berjauhan, dan beliau memilih untuk tidak meminta bantuan kepada kakak maupun adiknya karena tidak ingin menambah beban mereka yang juga memiliki tanggungan keluarga. Akhirnya, hampir semua perjuangan itu harus beliau jalani seorang diri.
Penghasilannya dari berjualan koran pun tidak pernah menentu. Ada kalanya koran yang ditawarkan tidak dilirik, bahkan ditolak oleh orang-orang yang ditemuinya. Namun, Pak Heri tetap berusaha. Sebab, beliau tahu bahwa untuk bisa makan dan bertahan hidup, ada usaha yang harus terus dilakukan. Pernah, Pak Heri harus menahan lapar seharian karena uang hasil jualannya tidak seberapa. Beliau dihadapkan pada pilihan yang tidak mudah: menggunakan uangnya untuk makan atau menyisihkannya demi membayar kontrakan.
Saat ini, Pak Heri tinggal di sebuah ruangan kecil yang jauh dari kata layak. Di sanalah beliau tidur, makan, dan beribadah. Untuk ruangan sederhana itu, Pak Heri masih harus membayar kontrakan sebesar Rp200.000 setiap bulan. Akses menuju tempat tinggalnya pun memprihatinkan. Beliau harus melewati area sumur dan kamar mandi yang sudah tidak terpakai, dengan kondisi yang gelap dan dipenuhi nyamuk. Ketika penghasilannya tidak cukup, Pak Heri terkadang harus berutang di warung untuk sekadar membeli mi instan, kopi, dan kebutuhan lainnya. Bahkan, beliau pernah menunggak kontrakan selama sebulan. Beruntung, pemilik kontrakannya masih memberikan kelonggaran agar beliau bisa membayar secara bertahap sesuai kemampuannya.
Ada sedikit kebaikan yang sesekali menjadi penyambung hidupnya. Sebuah warung nasi Padang menyediakan satu bungkus nasi untuk Pak Heri setiap hari. Namun, beliau mengaku tidak selalu mengambilnya karena merasa malu dan sungkan jika harus meminta setiap hari. Bahkan ketika bantuan tersedia, Pak Heri masih sering memikirkan apakah dirinya tidak merepotkan orang lain. Di balik perjuangannya mencari nafkah, Pak Heri juga sedang menahan rasa sakit. Saat ini, beliau memiliki bisul di bagian pundak yang tak kunjung sembuh. Obat yang diperoleh melalui BPJS belum menunjukkan perkembangan yang berarti. Lukanya masih basah dan bernanah, sementara keterbatasan biaya membuat beliau kesulitan mendapatkan perawatan lanjutan dan bantuan untuk merawat lukanya. Namun, di tengah semua keterbatasan itu, Pak Heri masih menyimpan sebuah harapan sederhana. Beliau ingin memiliki gerobak sendiri. Bukan untuk menjadi kaya raya, melainkan agar bisa berjualan kopi seduh dan gorengan tanpa harus terus berjalan jauh setiap hari. Sebuah usaha kecil yang diharapkannya bisa memberikan penghasilan lebih stabil, sehingga beliau dapat memenuhi kebutuhannya dengan lebih baik. Pak Heri tidak meminta hidup yang mewah. Beliau hanya ingin bisa makan dengan layak, membayar tempat tinggalnya, mendapatkan pengobatan, dan menjalani hari tanpa harus terus khawatir tentang bagaimana caranya bertahan hidup esok hari. Selama ini, Pak Heri terus melangkah meski kakinya tidak mudah diajak berjalan. Beliau terus berjualan meski tidak selalu ada yang membeli. Dan beliau terus bertahan meski sebagian besar hari-harinya dilalui dalam kesendirian. Kini, mungkin kita bisa menjadi bagian dari harapan kecil yang selama ini beliau simpan. Mari bersama-sama membantu Pak Heri mendapatkan kesempatan untuk memiliki usaha yang lebih layak, memenuhi kebutuhan hariannya, serta memperoleh perawatan yang dibutuhkan. Karena di balik setiap langkah Pak Heri yang terasa berat, ada harapan yang masih ingin beliau perjuangkan. Semoga kebaikan kecil yang kita berikan bisa menjadi jalan bagi Pak Heri untuk menjalani hidup dengan lebih layak, sehat, dan penuh harapan. 🤲 Mari hadir untuk Pak Heri. Bantu ringankan perjuangannya, dan jadilah bagian dari harapan yang ingin beliau wujudkan. Satu kepedulian dari kita, bisa berarti begitu banyak bagi beliau yang selama ini berjuang sendirian.
Disclaimer: Informasi, opini, dan foto di halaman galang dana ini milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah atau kecurigaan, silakan laporkan kepada kami.
Ajak teman dan keluargamu ikut membantu lewat halaman galang dana milikmu sendiri.
Gabung