Di usia 68 tahun, Pak Ibnu masih terus berjuang memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri.
Pak Ibnu belum pernah menikah dan kini tinggal bersama kakaknya. Sejak lahir, Pak Ibnu mengalami keterbatasan pada kedua kakinya yang membuatnya tidak dapat berdiri maupun berjalan seperti orang lain. Untuk berpindah tempat, beliau hanya bisa berjalan dengan cara ngesot.
Namun, keterbatasan itu tidak pernah membuat Pak Ibnu menyerah. Sejak sekitar tahun 2015, Pak Ibnu memilih bekerja dengan berjualan kerupuk tahu secara keliling. Dengan kondisi fisiknya, beliau tetap membawa dagangan dan berkeliling dari rumah ke rumah dengan cara ngesot. Penghasilannya pun sangat tidak menentu. Jika dagangannya habis, Pak Ibnu biasanya hanya mendapatkan sekitar Rp5.000 hingga Rp10.000 dalam sehari. Bahkan, terkadang kerupuk yang dibawanya tidak laku sama sekali.
Dalam kondisi seperti itu, untuk membeli beras saja terkadang Pak Ibnu harus berutang. Bagi Pak Ibnu, yang terpenting bukan makanan mewah. Asalkan masih ada beras untuk dimasak, beliau sudah merasa cukup. Ada kalanya ketika dagangan tidak laku dan uang di tangan tidak cukup untuk membeli nasi bungkus, Pak Ibnu hanya bisa menahan lapar. Beliau memilih memperbanyak minum air untuk mengurangi rasa lapar, sambil berharap esok hari ada dagangan yang terjual. Sejak kecil, Pak Ibnu memang sudah terbiasa hidup dengan keterbatasan. Kondisi kakinya merupakan bawaan sejak lahir. Dahulu, orang tuanya tidak memiliki biaya untuk membawa Pak Ibnu mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan yang layak. Meski hidup serba terbatas, Pak Ibnu tetap memegang teguh prinsipnya: beliau ingin bekerja, bukan meminta-minta. Pak Ibnu bahkan pernah ditawari untuk tinggal di panti, tetapi beliau memilih menolak. Beliau ingin tetap bekerja dan berusaha memenuhi kebutuhannya sendiri.
Perjalanan hidup Pak Ibnu juga tidak selalu berjalan mudah. Dahulu, beliau pernah mengikuti usaha berjualan produk panci. Selama kurang lebih lima tahun, Pak Ibnu menabung hingga terkumpul sekitar Rp4 juta. Namun, uang yang dikumpulkannya dengan susah payah itu akhirnya hilang setelah beliau menjadi korban penipuan. Meski kehilangan tabungan yang dikumpulkan selama bertahun-tahun, Pak Ibnu tidak memilih menyerah. Beliau tetap melanjutkan hidup dan kembali berjualan. Dengan penuh keyakinan, Pak Ibnu percaya bahwa apa yang telah hilang akan digantikan oleh Allah dengan sesuatu yang lebih baik. Sesekali, ada orang-orang baik yang ditemuinya di jalan yang memberikan makanan ataupun sedikit uang. Pak Ibnu juga mendapatkan bantuan beras dari pemerintah. Namun, bantuan tersebut belum cukup untuk membuat kehidupan beliau benar-benar aman, terutama ketika dagangan sedang tidak laku. Kini, Pak Ibnu memiliki satu harapan sederhana. Beliau ingin memiliki usaha sendiri yang bisa dijalankan dari satu tempat, sehingga tidak perlu lagi berkeliling menjajakan kerupuk dengan kondisi ngesot. Pak Ibnu tidak ingin dikasihani. Beliau hanya ingin memiliki kesempatan untuk hidup dan bekerja seperti orang lain pada umumnya, tanpa harus dibedakan karena keterbatasan fisiknya. Melalui penggalangan dana ini, kami ingin membantu Pak Ibnu memiliki modal usaha dan tabungan darurat. Harapannya, beliau dapat memiliki usaha yang lebih tetap dan penghasilan yang lebih stabil. Sehingga ketika dagangan sedang sepi, Pak Ibnu masih memiliki tabungan untuk membeli kebutuhan pokok, terutama beras dan makanan sehari-hari. Dengan dukungan dari Sahabat semua, semoga Pak Ibnu tidak perlu terus memaksakan tubuhnya untuk berjualan keliling dalam kondisi yang sangat terbatas. Mari kita bantu Pak Ibnu mewujudkan keinginannya untuk memiliki usaha yang tetap. Bukan sekadar memberikan bantuan untuk hari ini, tetapi memberikan kesempatan bagi Pak Ibnu untuk kembali berdiri di atas usahanya sendiri, dengan cara yang beliau inginkan. Karena di balik tubuh yang memiliki keterbatasan, ada seorang lelaki berusia 68 tahun yang sampai hari ini masih memilih bekerja, masih berusaha, dan masih percaya bahwa Allah tidak akan meninggalkan hamba-Nya yang terus berikhtiar. Yuk, bantu Pak Ibnu memiliki usaha tetap dan tabungan darurat. Sedikit dari kita, insyaAllah sangat berarti untuk keberlangsungan hidup beliau.
