Sendiri di Hari Tua, Bertahan Hidup dari Baju Bekas

Sendiri di Hari Tua, Bertahan Hidup dari Baju Bekas

Rp 0
terkumpul dari Rp 30.000.000
0 Donatur
29 hari lagi
Donasi Sekarang!
Terakhir diperbarui pada 04 June 2026 00:00 WIB

Penggalang Dana

Yayasan Bina Mulia Surabaya

Lembaga Resmi Terverifikasi

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

03 June 2026

Bantu Kakek Penjual Baju Bekas Berdaya


Kisah Pilu Penjual Baju Bekas tuk bisa makan dan bertahan hidup!!


Baju…. Mas, Mbak Bajunya monggo di beli (sambil menawarkan dagangannya) Murah kok hanya 5 Ribu……!!!! -Ucap Mbah Menawarkan dagangannya


Namanya Mbah Tukirin berusia 81 tahun, Di usia lanjutnya mbah tukirin hidup sendirian di trotoar depan makam. Dengan kondisi hidup seadanya dan hanya mengandalkan dari jualan pakaian.


Dulu Mbah berjualan kopi dan membuat wayang, Semenjak pandemi covid 19 usaha mbah tukirin gulung tikar. Mbah sekarang membuka lapak dengan jualan pakaian bekas di daerah makam ngrowo bojonegoro. Setiap hari mbah membuka lapak dari pagi hari sampai malam hari. Mbah tinggal dan hidup di trotoar jalan yang sewaktu-waktu bisa saja di gusur. 



“Kalau punya modal sendiri enak nak, gak harus jualan baju bekas lagi, mbah mau jualan baju-baju baru, semoga mbah juga bisa punya lapak jualan yang layak”. Ungkap Mbah Tukirin“Kalau nanti mbah ada rejeki lagi mbah pengen nerusin usaha bikin wayang lagi, supaya anak-anak muda bisa mengenal dan belajar melestarikan kebudayaan indonesia”. Imbuhnya


Karena sering tak laku sampai ada beberapa baju yang sudah berdebu dan kotor. Mbah Tukirin hanya bisa mengandalkan hasil dari penjualan bajunya untuk bisa makan dan biaya hidup. Namun, terkadang dalam beberapa hari tidak ada pembeli sama sekali sehingga untuk makan mbah tukirin harus menahan lapar. 


Meskipun baju yang dijual mbah tukirin tidak sebagus yang ada di toko namun ia bersyukur masih bisa menghasilkan lembaran rupiah dengan cara yang halal. 

 

“Lebih baik jualan nak, daripada harus meminta-minta”. -ucap mbah tukirin



Terkadang mbah mencari tambahan uang dengan memungut sampah rongsokan yang telah di buang orang, lalu mbah kembali menjualnya ke pengepul. Biasanya hanya dapat uang 5ribu rupiah saja. 


Pernah suatu ketika mbah menjadi korban tabrak lari saat berjualan naik sepeda tuanya, karena keterbatasan biaya untuk berobat mbah hanya mengobatinya dengan menggunakan minyak kayu putih, belum bisa untuk memeriksakan kondisi kesehatannya.

 

“Ini bengkak mas, untung ada yang nolong mbah, tapi orang yang nabrak langsung kabur dikejar orang sudah gak tahu pergi kemana”. -cerita mbah tukirin


 

Ditengah keterbatasan hidup mbah tukirin tak lupa untuk berdoa dan bersedekah sembari beliau diberikan kesehatan supaya tetap bisa bekerja.

 

#OrangBaik Mari bantu ringankan sedikit beban mbah tukirin agar bisa bertahan dan hidup layak dengan cara: 


Tak hanya mendoakan dan berdonasi, kamu juga bisa membagikan halaman galang dana ini agar semakin banyak yang membantu.


Terima kasih Orang Baik, teruslah jadi lentera untuk sekitarmu,


Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.
JADI#SirkelBaik