Bantu Kakek Penjual Es Potong Berjuang Demi Hidupi Keluarga!

Bantu Kakek Penjual Es Potong Berjuang Demi Hidupi Keluarga!

Rp 60.000
terkumpul dari Rp 30.000.000
3 Donatur
30 hari lagi
Donasi Sekarang!
Terakhir diperbarui pada 03 April 2026 00:00 WIB

Penggalang Dana

Yayasan Kolaborasi Teman Baik

Lembaga Resmi Terverifikasi

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

02 April 2026

Di usianya yang sudah menginjak 70 tahunan, Abah Ujang seharusnya menikmati masa tua dengan tenang bersama anak-cucunya. Namun hidup berkata lain. Dengan enam orang anak yang pernah ia besarkan penuh perjuangan, kini Abah justru kembali turun ke jalan, berkeliling menjajakan es potong demi menyambung hidup.

 

 

Dulu, Abah Ujang adalah seorang pekebun. Tangannya yang kuat terbiasa mencangkul tanah, menanam singkong dan pepaya, lalu menjual hasilnya ke pasar. Dari kebun kecil itulah ia membesarkan keenam anaknya. Meski sederhana, hidup mereka hangat dan penuh syukur.

 

 

Namun waktu dan ujian tak bisa ditolak. Sebuah kecelakaan mobil mengubah segalanya. Tangan Abah kini bengkok dan tak lagi sekuat dulu. Kakinya pun sering bengkak, kulitnya mengelupas dan terasa perih saat melangkah. Setiap langkah yang ia ayunkan saat berjualan es potong sebenarnya menahan rasa sakit yang tak sedikit.

 

 

Meski tubuhnya rapuh, semangatnya tak pernah ikut runtuh. Kini, dengan penghasilan seadanya dari berjualan es potong keliling, Abah masih harus berjuang lebih keras. Sang istri yang setia mendampinginya tengah sakit asma dan mengalami obesitas. Biaya berobat tak sedikit, sementara pendapatan Abah sering kali tak menentu. Kadang es potongnya laku, kadang harus pulang dengan sisa yang belum terjual.

 

 

Di bawah terik matahari, Abah Ujang berjalan pelan, mendorong kotak esnya. Tangan yang bengkok itu tetap menggenggam erat harapan. Kaki yang bengkak itu tetap melangkah, walau perih. Bukan untuk dirinya sendiri, tapi untuk istri yang menunggunya di rumah dengan napas yang sering tersengal. Abah Ujang tak pernah mengeluh. Baginya, selama masih bisa berdiri dan berjalan, ia akan terus berusaha. Namun kita tahu, tubuh renta itu tak bisa selamanya dipaksa kuat.

 

 

Mari kita ringankan langkah Abah Ujang, karena Sedikit bantuan dari kita bisa membantu biaya pengobatan istrinya, dan membuat masa senja mereka lebih tenang. Karena di balik es potong yang sederhana, ada cinta, pengorbanan, dan harapan yang begitu besar.

 

1. Klik "DONASI SEKARANG"

2. Masukkan nominal donasi

3. Pilih metode pembayaran

4. Ikuti instruksi untuk menyelesaikan pembayaran

5. Dapatkan laporan melalui email

 

 

Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.

Doa & Donasi Teman Peduli

Anonim

02 April 2026 23:14
Rp 20.000
Amin
Semoga Abah sehat selalu dan d limpahkan rezeki
JADI#SirkelBaik