Tanpa Orang Tua, Bantu Bocah Penjual Bubur Bertahan Hidup!
Tanpa Orang Tua, Bantu Bocah Penjual Bubur Bertahan Hidup!

Tanpa Orang Tua, Bantu Bocah Penjual Bubur Bertahan Hidup!

Rp 6.675.000
terkumpul dari Rp 30.000.000
Donatur
31
Tercapai
22%
Sisa waktu
Berakhir
Galang dana sudah berakhir

Diperbarui 03 September 2026, 10:26 WIB

Penggalang Dana

Ayo Kita Peduli
Lembaga resmi terverifikasi

Cerita

30 March 2026
Kerjasama campaign iklan berbayar
Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Di usia 7 tahun, Adit seharusnya sibuk bermain dan belajar. Namun setiap hari Minggu dan sepulang sekolah, ia membantu neneknya berjualan bubur keliling kampung. Dengan langkah kecilnya, Adit sudah terbiasa melayani pembeli sendiri. Bukan karena ingin cepat dewasa, tapi karena keadaan memaksanya.

 

 

Sejak lahir, Adit tak pernah merasakan pelukan utuh seorang ibu dan tak pernah mengenal sosok ayah. Ibunya adalah korban pelecehan dan kini mengalami gangguan mental serta saraf yang membuatnya tak mampu merawat Adit. Bahkan, Adit kerap menerima perlakuan kasar saat bertemu sang ibu. Demi keselamatan cucunya, Nek Ihat (61 tahun) mengambil alih pengasuhan seorang diri sejak Adit bayi.

 

 

Nek Ihat yang sudah lanjut usia berjualan bubur seharga Rp3.000–5.000. Jika habis. Tapi sering kali seharian hanya membawa pulang Rp13 ribu—bahkan bubur tak terjual dan terbuang sia-sia. Untuk biaya sekolah saja mereka menunggak kebersihan Rp15.000 per bulan selama 5 bulan. Tas Adit yang sobek harus dijahit ulang. Seragam batik hanya pemberian tetangga.

 

 

Mereka tinggal di rumah tua di pinggir sungai yang bocor dan kerap kebanjiran saat hujan deras. Makan seadanya, terkadang hanya bubur sisa jualan. Nek Ihat tak pernah ingin membawa Adit berjualan, tapi tak ada lagi yang bisa menjaga dan membantu.

 

 

Sahabat baik, Adit tidak memilih lahir dalam keadaan ini.

Ia hanya ingin sekolah, punya tas baru, dan hidup layak seperti teman-temannya. Nek Ihat hanya ingin cucunya bisa lulus sekolah dan punya masa depan lebih baik.

 

 

Mari bersama kita ringankan beban mereka.

Donasi Anda akan membantu kebutuhan sekolah Adit, biaya hidup sehari-hari, serta mendukung usaha bubur agar lebih stabil.

 

Jangan biarkan masa kecil Adit habis di jalanan.

Bantu hari ini, agar Adit bisa tetap sekolah dan tumbuh dengan harapan.

 

  1. Klik Tombol Donasi Sekarang
  2. Masukkan nominal donasi
  3. Pilih metode pembayaran
  4. Dapatkan Laporan Via Email

 

image-content

Beberapa informasi:

*Ayo Kita Peduli merupakan NGOs yang berdiri sejak 2023 dan berada di bawah naungan Ayo Berdampak Berdaya. Dengan tagline #BerdampakBerdaya kami berfokus pada masalah kemiskinan kelas sosial rentan perkotaan dan pedesaan melalui berbagai program dan campaign pemberdayaan untuk upaya peningkatan kesejahteraan.

Contact and More Information:

Instagram: @ayokita.peduli

 

Email: ayoberdampakberdaya.id@gmail.com

image-content

*Page ini merupakan bagian dari program ”Semua Berhak Belajar”

*Dalam membantu penyebaran informasi terkait program ini dan program turunannya dalam fitur "Fundraiser", kami melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari Media Partner, Organisasi, serta Publik Figur agar informasi mengenai program ini dapat tersebar luas dan menjangkau sebanyak-banyaknya orang untuk berkontribusi bersama.

*Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memberikan Paket Sembako, Bantuan Modal Usaha Penerima Manfaat, dan Bantuan Lainnya kepada para penerima manfaat yang membutuhkan. Selain itu hasil donasi juga akan disalurkan untuk penerima manfaat lainnya berdasarkan analisa kebutuhan pihak Yayasan.

 

Disclaimer: Informasi, opini, dan foto di halaman galang dana ini milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah atau kecurigaan, silakan laporkan kepada kami.

Kabar Terbaru

Lihat semua
Ayo Kita Peduli
06 October 2026

Semua Berhak Belajar untuk Adit Tahap 2

Assalamua'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Hallo, Sobat Berdampak!


Dek Adit merupakan seorang anak yang berjualan bubur agar dapat tetap sekolah. Bantuan yang diberikan berupa santunan tunai, kebutuhan bahan pokok. dan tabungan pendidikan.

Alhamdulillah kita telah melaksanakan program penyaluran Semua Berhak Belajar untuk Dek Adit.


Kami mewakili Dek Adit dan keluarga mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Sobat Berdampak atas donasi dan dukungan yang telah diberikan.


Alhamdulillah, bantuan sudah diterima dan disambut dengan rasa syukur serta bahagia oleh Dek Adit sekeluarga.


Terima kasih atas kebaikan yang telah dibagikan.


Salam hangat,

Ayo Kita Peduli

Jadi #SirkelBaik

Ajak teman dan keluargamu ikut membantu lewat halaman galang dana milikmu sendiri.

Gabung

Teman Baik

Lihat semua