Badan Melepuh, dan Kaku, Bantu Aldi Berjuang Demi Ibunya Yang Sakit Autoimun!

Badan Melepuh, dan Kaku, Bantu Aldi Berjuang Demi Ibunya Yang Sakit Autoimun!

Rp 0
terkumpul dari Rp 30.000.000
0 Donatur
39 hari lagi
Donasi Sekarang!
Terakhir diperbarui pada 14 July 2026 09:00 WIB

Penggalang Dana

Amal Baik Insani

Lembaga Resmi Terverifikasi

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

13 July 2026

Perjuangan Aldi Menyelamatkan Ibu dari Autoimun “Tubuhnya tiba-tiba kaku… tak bisa digerakkan. Kulitnya memerah, mengelupas… seperti terbakar dari dalam.” Sudah 6 tahun lamanya, Ibu Ida Nengsih (46) hidup dalam bayang-bayang penyakit autoimun yang perlahan menggerogoti tubuhnya. Penyakit ini datang tanpa peringatan. Saat kambuh, tubuh Ibu Ida mendadak kaku tak bisa digerakkan sama sekali. Ia hanya bisa terbaring, menahan rasa sakit yang menjalar ke seluruh tubuhnya. Rasa panas menyiksa dari dalam membuat kulitnya memerah, mengering, hingga mengelupas. Setiap sentuhan terasa perih.

Namun luka yang ia rasakan bukan hanya di tubuhnya. Karena gejalanya yang tak biasa, tak sedikit orang yang salah paham. Ada yang menjauh bahkan mengira penyakitnya menular. Ibu Ida harus menanggung rasa sakit fisik sekaligus batin. Saat pertama kali divonis mengidap autoimun, dunia seakan runtuh baginya. Tekanan fisik dan batin yang begitu berat membuat Ibu Ida mengalami depresi hingga hampir satu tahun lamanya. Hari-harinya dipenuhi rasa takut, cemas dan kehilangan harapan.

Di tengah kondisi itu, keluarga ini tetap berusaha bertahan. Sang suami bekerja seadanya dengan penghasilan yang tak menentu. Namun itu belum cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup, apalagi biaya pengobatan yang harus dijalani secara rutin. Akhirnya, Aldi (18), anaknya, memilih untuk ikut berjuang. Di usia di mana seharusnya ia mengejar cita-cita, Aldi justru harus menguburnya dalam-dalam. Mimpinya menjadi seorang polisi kini harus ia relakan.

Kini ia berkeliling menjajakan kopi. Menembus panas dan lelah hanya dengan satu harapan ibunya bisa terus berobat dan kondisinya tidak semakin parah. Penghasilannya digunakan untuk biaya pengobatan Ibu Ida dan untuk memenuhi kebutuhan adiknya. Bagi Aldi, kebahagiaan sederhana itu hanya satu melihat ibunya bisa kembali bangun tersenyum dan sehat seperti dulu. Namun kondisi Ibu Ida saat ini belum stabil. Jika tidak segera mendapatkan pengobatan dan perawatan yang cukup, serangan autoimun ini bisa semakin sering datang semakin parah dan semakin melemahkan tubuhnya. Bukan tidak mungkin, Ibu Ida akan kehilangan kemampuan untuk bergerak sepenuhnya. Kulitnya bisa semakin rusak dan daya tahan tubuhnya terus menurun. Mari bersama bantu Ibu Ida Nengsih mendapatkan pengobatan yang layak. InsanBaik, Ibu Ida sedang berjuang melawan sakit yang tak terlihat, sementara Aldi berjuang sendirian demi kesembuhannya. Kini, mereka butuh kita. Sekecil apa pun bantuanmu, bisa jadi harapan besar agar Ibu Ida terus berobat dan bertahan. Disclaimer : Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk biaya operasional pengobatan serta penunjang Kesehatan dan pengobatan untuk Bu Ida, Juga akan digunakan untuk penerima manfaat lain serta program sosial kemanusiaan lainnya dibawah naungan Amal Baik Insani.

Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.
JADI#SirkelBaik