Ditinggal Suami! Ibu Tunanetra Berjuang Sendiri Demi Hidupi Anak

Ditinggal Suami! Ibu Tunanetra Berjuang Sendiri Demi Hidupi Anak

Rp 865.000
terkumpul dari Rp 30.000.000
13 Donatur
27 hari lagi
Donasi Sekarang!
Terakhir diperbarui pada 17 August 2026 09:00 WIB

Penggalang Dana

Jejak Binar Harapan

Lembaga Resmi Terverifikasi

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

12 August 2026

Ditinggal Suami Ibu Tunanetra Berjuang Hidupi Anak

Di dalam kegelapan dunia yang ia jalani, Ibu Erna menyimpan cahaya semangat yang teramat terang. Meskipun seorang tunanetra, beliau tidak pernah membiarkan keterbatasannya merenggut mimpinya untuk membesarkan ketiga buah hatinya.

Setiap pagi sebelum matahari terbit, dengan tangan yang terlatih, Ibu Erna merapikan bungkus-bungkus kerupuk ke dalam keranjang. Kerupuk tersebut beliau beli dari pabrik, dan tak jarang beliau terpaksa mengutang modal terlebih dahulu agar tetap bisa berjualan hari itu.

Mengandalkan ketajaman pendengaran, ingatan, dan sebilah tongkat kayu, Ibu Erna menyusuri gang-gang kecil menjajakan dagangannya, "Kerupuk... kerupuk, Bu... Pak..." Ujian hidup Ibu Erna kian berat karena kini beliau harus berjuang seorang diri. Sang suami pergi begitu saja tanpa kabar dan tanggung jawab. Kini, di pundak ringkih Ibu Ernalah seluruh masa depan ketiga anaknya bergantung.

Dari keliling jalan kaki menembus terik matahari dan sengatan hujan, hasil bersih yang dibawa pulang Ibu Erna sering kali hanya berkisar Rp20.000 hingga Rp30.000 per hari.

Penghasilan seadanya itu beliau hemat sedemikian rupa demi memastikan ketiga anaknya tidak putus sekolah. Beliau ingin anak-anaknya mengecap pendidikan tinggi dan memiliki masa depan yang jauh lebih cerah dari dirinya.

"Saya memang tidak bisa melihat dunia, tapi saya bisa berjuang untuk anak-anak saya," tutur Ibu Erna dengan senyum tulusnya. Warga kampung mengenal Ibu Erna sebagai sosok yang sangat ramah dan pantang menyerah. Namun, tak bisa dimungkiri, berjalan kaki tanpa penglihatan di jalanan yang tidak hafal betul tentu menyimpan risiko bahaya yang besar.

Saat ditanya mengenai harapan terbesarnya saat ini, mata Ibu Erna berkaca-kaca. Beliau sangat merindukan modal usaha untuk membuka konter pulsa sederhana di rumahnya.

"Saya sangat butuh modal untuk buat konter pulsa di rumah, Mas. Supaya saya tidak perlu jualan keliling lagi di jalanan dan ada biaya pasti untuk sekolah anak-anak," pangkas Ibu Erna penuh harap.

#OrangBaik, keterbatasan penglihatan tak memadamkan cinta seorang ibu. Mari kita bantu Ibu Erna agar beliau tidak perlu lagi membahayakan dirinya berjalan di jalanan gelap, serta memastikan sekolah ketiga anaknya tetap berlanjut.

Kami dari Yayasan Jejak Binar Harapan mengajak Anda semua untuk bersama-sama membantu memberikan modal usaha konter pulsa rumahan serta memenuhi kebutuhan pokok dan pendidikan anak-anak Ibu Erna.

Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.

Doa & Donasi Teman Peduli

Anonim

13 August 2026 04:37
Rp 20.000
Amin
JADI#SirkelBaik

Ibu Tunanetra Ditinggal Suami, Keliling Jualan Demi Anak Bisa Makan

Jejak Binar Harapan
Telah mengajak 12 orang berdonasi
Rp 845.000