Di Usia 10 Tahun, Lovely Jadi Tulang Punggung Nenek yang Sakit
“Kalau aku tidak jualan, nenek makan apa?”
Kalimat sederhana itu keluar dari bibir Lovely Ayasya Prinsinsa, bocah perempuan berusia 10 tahun yang seharusnya menghabiskan masa kecilnya dengan bermain dan belajar bersama teman-teman seusianya. Namun kenyataan hidup memaksanya tumbuh lebih cepat.
Sejak duduk di kelas 1 SD, Lovely harus menghadapi kehilangan besar dalam hidupnya. Ayahnya telah meninggal dunia, sementara sang ibu pergi bekerja dan tak pernah kembali. Kini, Lovely hanya tinggal berdua bersama neneknya di sebuah rumah sederhana.
Di usia yang masih sangat muda, Lovely justru menjadi harapan satu-satunya bagi sang nenek yang tengah berjuang melawan berbagai penyakit. Neneknya menderita darah tinggi, sakit lambung, dan rematik yang sering membuatnya pusing hingga terjatuh saat berdiri. Dalam kondisi itu, Lovely bukan hanya menjadi cucu, tetapi juga perawat sekaligus pencari nafkah.
Setiap hari setelah pulang sekolah, saat anak-anak lain bermain dan beristirahat, Lovely membantu menyiapkan dagangan gorengan. Menjelang sore hingga malam hari, ia berkeliling dari sekolah ke lingkungan sekitar untuk menjajakan dagangannya. Hasil yang diperoleh tidak seberapa, namun itulah yang digunakan untuk membeli kebutuhan sehari-hari dan membantu biaya hidup mereka.
Meski hidup dalam keterbatasan, Lovely tidak pernah menyerah pada pendidikan. Ia tetap berangkat sekolah dengan fasilitas seadanya. Seragam yang mulai usang, perlengkapan sekolah yang terbatas, serta perjalanan hidup yang berat tak pernah memadamkan semangatnya untuk belajar.
Namun kondisi yang mereka hadapi semakin sulit. Penghasilan dari berjualan gorengan sering kali tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sekolah Lovely maupun biaya kesehatan neneknya. Jika tidak segera mendapatkan bantuan, pendidikan Lovely terancam terganggu dan kondisi kesehatan sang nenek bisa semakin memburuk.
Di balik senyum kecilnya, Lovely menyimpan harapan yang sangat sederhana. Ia ingin tetap sekolah dengan tenang, memiliki perlengkapan belajar yang layak, dan melihat neneknya sehat kembali. Ia juga berharap memiliki sepeda agar lebih mudah berangkat sekolah dan berjualan membantu kebutuhan keluarga.
#TemanBaik, perjuangan Lovely adalah gambaran keteguhan seorang anak yang memilih bertahan di tengah keadaan yang begitu berat. Mari hadir menjadi bagian dari harapan mereka.
Bantuan yang terkumpul akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan Lovely, membantu biaya pengobatan neneknya, serta menambah modal usaha kecil agar mereka dapat terus bertahan.
Sedikit bantuan dari kita bisa menjaga mimpi Lovely tetap hidup dan membuat neneknya menjalani hari dengan lebih tenang.
