Di usia 9 tahun, Graha seharusnya bermain dan belajar seperti anak-anak lainnya. Namun hidup berkata lain. Sejak berusia 3 bulan, Graha sudah kehilangan kasih sayang orang tua. Ayahnya meninggal dunia, sementara ibunya pergi meninggalkannya dan tak pernah kembali. Kini Graha hanya hidup berdua bersama neneknya yang sudah renta dan sering sakit-sakitan.
Sepulang sekolah, Graha tak punya waktu bermain. Ia berkeliling mendorong gerobak mencari barang rongsokan dari siang hingga larut malam. Semua ia lakukan demi membantu neneknya memenuhi kebutuhan sehari-hari dan agar dirinya tetap bisa bersekolah. Penghasilan mereka pun sangat kecil, sekitar Rp400.000 per bulan, yang harus cukup untuk makan, listrik, dan kebutuhan hidup lainnya.
Bahkan untuk makan, Graha dan neneknya sering mengandalkan sayur-sayuran sisa yang dibuang pedagang di pasar. Jika pasar sedang sepi, mereka hanya makan nasi dengan kecap. Di sekolah pun Graha sering diejek karena tidak memiliki orang tua dan karena pekerjaannya mencari rongsokan. Graha hanya menahan tangisnya di depan teman-temannya, lalu menangis diam-diam ketika sampai di rumah.
Meski hidup begitu berat, Graha tetap memiliki mimpi besar. Ia ingin terus bersekolah dan bercita-cita menjadi seorang tentara agar bisa membanggakan neneknya dan mengubah hidup mereka.
Sahabat baik, melalui penggalangan ini Graha sangat berharap ada uluran tangan untuk membantu kebutuhan sekolahnya, sembako sehari-hari, serta tabungan darurat agar ia dan neneknya bisa bertahan hidup dengan lebih layak.
Mari bantu Graha mewujudkan mimpinya.
Sedikit kebaikan dari kita bisa membantu Graha tetap bersekolah, makan dengan layak, dan terus mengejar cita-citanya menjadi tentara.
Klik tombol donasi sekarang dan jadilah bagian dari harapan Graha.
Karena bagi Graha, bantuan dari kita adalah harapan untuk masa depan yang lebih baik.