Nek Ipah Berjuang Jualan Gorengan Demi Rawat Cucu Yatim
Perkenalkan, namanya Sani. Usianya kini sudah 23 tahun, namun kondisi mental dan tumbuh kembangnya masih tertahan seperti seorang balita. Sani terlahir yatim setelah ayahnya meninggal dunia saat ia baru berusia satu tahun, dan tak lama kemudian sang ibu pergi menitipkannya tanpa pernah ada kabar lagi.
Sejak saat itu, Sani dirawat penuh kasih sayang oleh nenek tercintanya, Nek Ipah. Sani sebenarnya lahir normal, namun kejang hebat di usia 6 bulan membuat tubuhnya kaku dan
perkembangannya terhambat. Pengobatan dan terapinya terpaksa terhenti bertahun-tahun lalu karena keterbatasan biaya.
Demi menyambung hidup dan membelikan Sani makan, Nek Ipah bekerja sebagai penjual gorengan keliling. Setiap hari hingga tengah hari, Nek Ipah terpaksa membawa Sani ikut berjualan. Sani tidak bisa ditinggal sendirian di rumah karena tidak ada yang menjaga, belum lagi trauma karena Sani sering kali menjadi korban perundungan oleh anak-anak sekitar jika luput dari pengawasan.
Namun, membawa Sani berjualan mendatangkan ujian tersendiri bagi Nek Ipah. Akibat penyakitnya, air liur Sani sering kali menetes tanpa bisa dikontrol dan ia kerap rewel di jalanan. Pemandangan ini membuat sebagian pembeli merasa risih dan jijik, hingga berujung pada dagangan gorengan Nek Ipah yang sering kali tidak laku sama sekali.
Di usianya yang sudah senja, Nek Ipah sendiri sering sakit-sakitan. Kakinya sering kali terasa nyeri dan kaku jika harus berjalan terlalu jauh memikul dagangan. Namun, Nek Ipah menolak untuk berpangku tangan. Baginya, menyerah berarti membiarkan cucu kesayangannya kelaparan.
Di balik peluh keringatnya, Nek Ipah menyimpan harapan yang sangat besar. Beliau sangat mendambakan modal usaha yang lebih layak agar tidak perlu membawa Sani kepanasan di jalanan, serta memiliki biaya yang cukup untuk melanjutkan kembali pengobatan terapi Sani agar kondisinya bisa membaik.
#OrangBaik, kasih sayang seorang nenek tidak pernah luntur meski raga dan ekonominya diuji begitu hebat. Mari kita bersama-sama meringankan beban di pundak Nek Ipah agar beliau bisa memiliki modal usaha mandiri di rumah dan membawa Sani mendapatkan perawatan medis yang layak.
Kami dari Yayasan Jejak Binar Harapan mengajak Anda semua untuk mengulurkan tangan, merajut masa depan yang lebih baik untuk Nek Ipah dan Sani.
Bantu bagikan juga halaman galang dana ini ke media sosial Anda agar binar kebaikan ini bisa menjangkau lebih banyak orang. Terima kasih!