Wujudkan Asa Tukang Jahit dalam menyelamatkan Anabul.
“Ah.. cuma kucing, nanti juga mati, jangan lebay.” ungkap Bu Irma (48 tahun) dengan kesal saat mendengar seseorang memukul kucing liar di depan matanya.
Sudah 8 tahun lamanya Bu Irma membuka shelter sekaligus rescue bagi kucing dan anjing jalanan. Ia merasa sangat kasihan karena kucing dan anjing liar sering menjadi korban kekerasan dan diperlakukan tidak baik oleh orang-orang, bahkan sering dimainkan secara berlebihan oleh anak-anak. Karena itu, hampir setiap hari Bu Irma menyelamatkan kucing atau anjing yang ia temui di jalan, atau dari laporan orang lain yang meminta bantuannya.
Dulu, di rumah kontrakannya pernah ada lebih dari 100 ekor kucing dan 17 ekor anjing. Seiring waktu, ada yang diadopsi dan ada yang meninggal karena penyakit. Sekarang tersisa 50 ekor kucing dan 1 ekor anjing yang ia selamatkan dari berbagai kasus mulai dari kekerasan, kebutaan, penelantaran, kelaparan, sakit, hingga korban tabrak lari. Beberapa kucing di shelter bahkan mengalami kelumpuhan seumur hidup.
Salah satunya ada kucing yang mengalami kelumpuhan setengah badan dari perut hingga kaki belakang. Saat berjalan, ia hanya bisa menggunakan dua kaki depannya, sedangkan bagian belakang tubuhnya harus diseret. Ada juga kucing yang mengalami kebutaan pada kedua matanya karena penyakit yang tidak bisa diobati secara maksimal akibat keterbatasan biaya.
Perjalanan Bu Irma membangun shelter hewan tidaklah mudah. Ia pernah ditolak warga karena merasa terganggu. Bahkan keluarga besarnya sendiri merasa jijik dengan kucing-kucing yang ia rawat.
“Jangan dekat-dekat dengan dia (Bu Irma), dia bau ucing geuring!” ucap salah satu saudaranya. Meski sakit hati, Bu Irma berusaha mengabaikannya.
Di kontrakan sebelumnya, shelter Bu Irma pernah didatangi warga yang mengancam akan mengobrak-abrik shelter nya jika ia tidak pindah. Kejadian itu membuat Bu Irma kaget, bahkan salah satu anaknya trauma hingga sekarang. Setiap ada warga datang ke rumah, rasa takut dan khawatir selalu muncul.
Baru beberapa bulan ini Bu Irma tinggal di kontrakan baru dengan biaya sekitar 2 juta rupiah per bulan. Memang mahal, tetapi ia ingin memberikan tempat yang lebih nyaman untuk kucing dan anjingnya. Rumah itu berlantai dua. Lantai dua diisi 15 kucing yang sakit parah. Lantai dasar ada 28 kucing serta 1 Anjing yang sehat dan sakit ringan. Di kandang luar, ada 7 kucing dengan cacat permanen.
Setiap hari, Bu Irma dan anaknya merawat mereka dari pagi hingga malam dari mulai memberi makan, memandikan, mengobati, membersihkan kandang, mengganti pasir, mengajak bermain, hingga membawa ke dokter hewan jika ada biaya.
Malam hari pun ia tidak berhenti bekerja. Bu Irma menjahit bantal kucing dan hammock hamster sesuai pesanan hingga menjelang subuh. Setelah tidur sebentar, ia kembali melakukan rutinitas yang sama.
Upah menjahitnya sangat kecil, hanya 1.500 rupiah per bantal dan 1.000 rupiah per hammock untuk Hamster. Jika pesanan sepi, upahnya tidak diambil, tetapi ditabung di toko pakan untuk ditukar dengan makanan kucing atau anjing setiap bulan.
Untuk kebutuhan hidup sehari-hari, ia dibantu oleh anak-anaknya. Saat ini Bu Irma tinggal dengan dua anaknya dan sudah tidak bersama suaminya. Anak pertama bekerja sebagai joki game, dan anak kedua baru selesai kontrak kerja sehingga belum bekerja lagi. Saat ini, hanya anak pertama yang menjadi tulang punggung keluarga sedangkan anak yang kedua membantu nya dalam mengurus hewan-hewan di Shelter nya.
Kebutuhan hidup mereka sangat besar seperti biaya rumaha kontrakan 2 juta per bulan, listrik 350 ribu per bulan sedangkan untuk kebutuhan shelternya seperti pakan, pasir kucing, biaya pengobatan, vaksin dan vitamin yang bisa mencapai minimal 8 juta per bulan.
“Kalau makan kita cukup ada nasi, mie instan, dan telur Saya sudah tenang… meski kasihan juga sama anak-anak, tapi kalau ada uang lebih kadang kita beli lauk di warung nasi…” ujar Bu Irma.
Meski hidup penuh keterbatasan, Bu Irma masih ingin menolong lebih banyak kucing dan anjing terlantar. Ia percaya di balik rezeki kita, ada rezeki makhluk hidup lain (baik Orang lain ataupun Hewan seperti Kucing dan Anjing). Yang penting terus berusaha.
Saat ini shelter sangat membutuhkan vacuum cleaner untuk membersihkan rumah yang menjadi kandang kucing dan anjing. Ia juga sangat membutuhkan air purifier agar udara tetap bersih dan semua yang tinggal di shelter terhindar dari penyakit menular selain shelternya membutuhkan biaya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari atau bulanan nya.
Sahabat Kebaikan mari bantu Bu Irma dan puluhan kucing serta anjing yang ia selamatkan, sebab Donasi kalian semua dapat membantu kebutuhan pakan, pengobatan, alat kebersihan, dan biaya operasional shelter setiap bulan.
Sedikit bantuan dari kita bisa menjadi harapan besar bagi mereka yang tidak punya siapa-siapa. Yuk, ikut berdonasi dan jadi bagian dari kebaikan ini.
Mari selamatkan puluhan anabul dari kelaparan, bantu dengan cara :
1. Klik Tombol Donasi Sekarang
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran (Go-Pay/ OVO/virtual account)
4. Dapatkan Laporan Via Email

Disclaimer: Dana yang terkumpul akan digunakan untuk pemenuhan kebutuhan Shelter Kucing serta Anjing nya seperti untuk biaya rumaha kontrakan, Biaya Listrik, pakan, pasir kucing, biaya pengobatan, vaksin, vitamin, vacuum cleaner, air purifier serta kebutuh Bu Irma beserta Keluarganya dari mulai Modal Usaha, kebutuhan Sehari-hari dan jika terdapat kelebihan dana akan digunakan untuk pemenuhan Program-program yang berada dalam naungan Yayasan Global Sedekah Movement.