Tumor Semakin Membesar, Bantu Pak Sulaeman Dapatkan Pengobatan

Tumor Semakin Membesar, Bantu Pak Sulaeman Dapatkan Pengobatan

Rp 0
terkumpul dari Rp 30.000.000
0 Donatur
31 hari lagi
Donasi Sekarang!
Terakhir diperbarui pada 10 July 2026 00:00 WIB

Penggalang Dana

Amal Baik Insani

Lembaga Resmi Terverifikasi

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

09 July 2026

Sulaeman Bertahan Meski Tumor Terus Membesar “Setiap langkahnya bukan lagi sekadar berjalan… tapi perjuangan menahan sakit yang terus menghancurkan tubuhnya perlahan.” Bayangkan jika setiap langkah yang kita ambil bukan sekadar lelah, tapi juga rasa sakit yang menusuk hingga ke tulang. Bayangkan jika harapan untuk sembuh terasa semakin jauh, sementara kebutuhan hidup terus mendesak setiap hari. Itulah kenyataan yang dihadapi Sulaeman. Di usianya yang baru 35 tahun, Sulaeman seharusnya masih berada di masa produktif, bekerja dengan layak, dan membantu keluarganya dengan bangga. Namun takdir berkata lain. Sejak kecil, ia harus hidup berdampingan dengan penyakit tumor yang kini semakin membesar di kaki kanannya, dari pinggul hingga betis. Tumor itu bukan hanya merenggut kesehatannya, tapi juga perlahan mencuri kebebasannya untuk bergerak. Setiap hari, dengan langkah tertatih yang seolah melawan rasa sakit di setiap pijakan, Sulaeman tetap berjualan koran di lampu merah dan pinggir jalan. Di tengah terik matahari atau derasnya hujan, ia berdiri, menunggu belas kasih dari para pengendara yang lewat. Penghasilannya? Tak menentu. Kadang hanya 20 hingga 30 ribu rupiah, itu pun jika dagangannya habis terjual. Tak jarang, ia pulang hanya dengan peluh, letih, dan kekecewaan. Namun, hidupnya bukan hanya tentang dirinya sendiri. Di rumah sederhana, Sulaeman tinggal bersama ibunya yang juga tengah berjuang melawan penyakit lambung kronis dan asam urat. Tubuh sang ibu kian melemah, sementara sang ayah harus bekerja di luar kota dengan penghasilan yang tak pasti. Dalam sunyi dan keterbatasan, Sulaeman menjadi satu-satunya penopang yang ada, meski dirinya sendiri sedang rapuh. Rasa sakit yang ia tanggung sering kali tak tertahankan. Ketika tumor itu kambuh, Sulaeman hanya bisa mengaduh dalam diam, menahan nyeri yang menjalar hingga ke seluruh bagian tubuhnya. Tumor itu kini semakin membesar, bahkan mulai menyebar, membuat langkahnya kian berat dan masa depannya terasa kabur. Dulu, ia sempat menjalani operasi. Namun harapan itu belum menjadi jawaban. Tumor itu kembali tumbuh, bahkan semakin banyak. Tak pernah mengenyam pendidikan karena kondisi kesehatannya, Sulaeman tumbuh menjadi sosok yang kurang percaya diri. Dunia luar terasa asing baginya. Hanya ibunya tempat ia bersandar, tempat ia mencurahkan segala lelah dan harapan. Dengan suara lirih yang bergetar, ia berkata, "Kalo ada mah, Eman pengen bawa berobat ibu… kasian udah sakit-sakitan dari dulu gara-gara mikirin penyakit Eman." Dengan mata yang penuh harap, ia melanjutkan, “Eman mah cuma ingin sembuh… pengen kerja yang lain selain jualan koran. Pengen bantu bapak biar gak usah kerja lagi, kasian sudah tua. Eman juga pengen ibu cepat sehat.” Sulaeman tidak meminta kehidupan mewah. Ia hanya ingin kesempatan untuk hidup tanpa rasa sakit, bekerja dengan layak, dan membahagiakan kedua orang tuanya sebelum semuanya terlambat. Namun tanpa bantuan dan pengobatan yang segera, langkah Sulaeman bisa benar-benar terhenti, sementara harapannya perlahan ikut menghilang.” Insan Baik, hari ini Sulaeman masih terus berjuang melawan rasa sakit yang menghancurkan tubuhnya perlahan. Di tengah keterbatasan dan nyeri yang tak tertahankan, ia tetap bertahan demi keluarga yang ia sayangi. Mari jadi harapan untuk Sulaeman agar ia bisa mendapatkan pengobatan dan kesempatan hidup yang lebih layak. Sekecil apa pun bantuan yang diberikan, sangat berarti untuk membantu langkah Sulaeman tetap berjalan menuju kesembuhan.” Disclaimer : Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk biaya pengobatan dan penunjang kebutuhan Sulaeman. Juga akan digunakan untuk penerima manfaatn lain serta program sosial kemanusiaan lainnya dibawah naungan Amal Baik Insani.


Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.
JADI#SirkelBaik