Hidrosefalus Sejak Lahir, Bantu Selamatkan Zemes Dari Sakitnya

Hidrosefalus Sejak Lahir, Bantu Selamatkan Zemes Dari Sakitnya

Rp 125.000
terkumpul dari Rp 30.000.000
4 Donatur
32 hari lagi
Donasi Sekarang!
Terakhir diperbarui pada 16 July 2026 18:00 WIB

Penggalang Dana

Ayo Kita Peduli

Lembaga Resmi Terverifikasi

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

13 July 2026

Popok dan Bubur Sun Jadi Harapan Terakhir Zemes Bertahan Hidup "Dulu saya rela menjual motor dan televisi demi berobat. Tapi sekarang... untuk membeli popok dan bubur saja kami sudah tidak sanggup." Begitulah ungkapan pilu ayah Zemes saat menceritakan perjuangan putra bungsunya. Zemes adalah anak bungsu dari tiga bersaudara. Saat lahir hingga usia 40 hari, ia tampak sehat seperti bayi lainnya. Namun, seiring waktu kepalanya terus membesar. Setelah diperiksa, dokter mendiagnosis Zemes mengidap **hidrosefalus**. Tak ingin menyerah, kedua orang tuanya berusaha mencari kesembuhan. Mereka membawa Zemes berobat ke berbagai rumah sakit. Demi biaya pengobatan, televisi dan motor satu-satunya pun dijual. Bertahun-tahun mereka berharap ada keajaiban. Namun hingga usia 7 tahun, tak ada perubahan berarti. Biaya terus membengkak, sementara kondisi Zemes tetap sama. Dengan hati yang hancur, keluarga akhirnya menghentikan pengobatan karena sudah tidak lagi memiliki kemampuan. Kini, Zemes hanya bisa terbaring di tempat tidurnya sepanjang hari. Ia belum mampu makan seperti anak seusianya dan hanya bisa mengonsumsi bubur Sun. Untuk buang air kecil maupun besar, Zemes harus selalu menggunakan popok. Setiap minggu, keluarga membutuhkan sekitar **Rp100.000** hanya untuk membeli popok dan bubur. Nominal yang mungkin terasa kecil bagi sebagian orang, tetapi menjadi beban yang sangat berat bagi keluarga ini. Ayah Zemes dulunya bekerja sebagai buruh angkat kayu dan berkebun di kebun milik orang lain. Pekerjaan berat itu ia jalani selama bertahun-tahun demi menghidupi keluarganya. Namun delapan bulan lalu, cobaan kembali datang. Ayah didiagnosis menderita penyakit jantung dan paru-paru sehingga tak lagi sanggup mengangkat kayu. Kini ia hanya bisa bekerja serabutan di kebun dengan penghasilan yang tidak menentu. Bahkan ada masa ketika ia hanya bekerja beberapa hari dalam sebulan. Penghasilan yang semakin kecil membuat mereka sering kebingungan membeli kebutuhan Zemes. Pernah suatu ketika, karena benar-benar tidak mampu membeli popok, sang ayah terpaksa menggunakan plastik sebagai alas untuk Zemes. Kini keluarga sudah tak lagi berharap bisa membawa Zemes berobat ke rumah sakit. Jarak yang jauh, biaya yang besar, dan kondisi Zemes yang sangat lemah membuat mereka hanya bisa pasrah. Yang mereka harapkan hari ini sangat sederhana: **agar Zemes selalu memiliki popok dan makanan setiap hari**, sehingga ia tidak harus menahan lapar atau hidup tanpa perlengkapan yang layak. Di balik semua itu, sang ayah masih menyimpan satu doa yang belum sempat terwujud. Ia ingin Zemes bisa dikhitan. Bukan karena tuntutan, tetapi karena ia takut usianya tak panjang dan putranya berpulang sebelum sempat ditunaikan. Sahabat baik, hari ini kita mungkin tidak bisa menyembuhkan Zemes. Namun kita bisa meringankan perjuangannya. Sekecil apa pun bantuanmu dapat membantu memenuhi kebutuhan popok, bubur, dan kebutuhan harian Zemes agar ia bisa menjalani hari-harinya dengan lebih layak. Mari hadirkan harapan untuk Zemes dan keluarganya. Karena bagi mereka, bantuan kecil dari kita bisa menjadi alasan untuk terus bertahan.




Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.

Doa & Donasi Teman Peduli

Pinky

16 July 2026 - 16:45
Rp 50.000
Amin
JADI#SirkelBaik