Di usia 8 tahun, seharusnya Qaisar sibuk bermain dan belajar bersama teman-temannya. Namun kini, hari-harinya justru diwarnai rasa nyeri dan penglihatan yang semakin kabur di mata kirinya.
Semua bermula dua tahun lalu, saat Qaisar terjatuh ketika bermain. Awalnya hanya terlihat seperti bintik hitam akibat pendarahan di bola mata. Namun siapa sangka, bintik itu perlahan berubah menjadi pembengkakan yang semakin membesar dan terasa sangat sakit. Setelah diperiksa lebih lanjut, dokter menyatakan ada tumor yang tumbuh di mata kiri Qaisar.
Saat itu kondisinya semakin mengkhawatirkan. Qaisar sering merasa pusing dan kesakitan, terutama saat terkena cahaya matahari atau saat matanya tak sengaja tersentuh. Untuk menahan sakitnya, ia terkadang memakai kacamata ke sekolah. Dokter bahkan menyarankan tindakan pengangkatan bola mata karena tumor dikhawatirkan menyebar ke mata sebelahnya, dan memakai bola mata palsu apabila memungkinkan. Untuk sementara, Qaisar hanya bisa bertahan dengan obat minum dan tetes mata demi meredakan nyerinya.
Pak Inoki (41 tahun), ayah Qaisar, hanyalah seorang tukang servis AC. Penghasilannya tidak menentu. Jika ada panggilan servis, ia bisa membawa pulang Rp75.000–Rp100.000 per hari. Namun sering kali, tidak ada panggilan sama sekali. Ia bahkan berkeliling komplek menawarkan jasanya dari rumah ke rumah. Penghasilannya hanya cukup untuk membayar kontrakan, kebutuhan makan sehari-hari, dan sekolah anak-anaknya.
“Kalau bisa, saya yang sakit, jangan anak saya… Dia masih kecil,” ucap Pak Inoki dengan suara bergetar.
Ibu Mira (40 tahun), sang ibu, hanya seorang ibu rumah tangga. Ia mengurus dua kakak Qaisar yang masih sekolah dan seorang adik yang baru berusia 2 tahun. Untuk membantu ekonomi keluarga, beliau berjualan es batu dan es mambo dari rumah. Di balik senyumnya, ada kesedihan yang ia pendam. Namun satu hal yang tak pernah hilang adalah keyakinannya bahwa Qaisar akan sembuh.
Sahabat Kebaikan, Hari ini, Qaisar membutuhkan tindakan medis segera, vitamin, serta obat-obatan untuk memperlambat penyebaran tumornya. Biaya pengobatan yang harus ditanggung tentu tidak sedikit bagi keluarga dengan penghasilan tak menentu seperti mereka. Mari kita bisa menjadi harapan itu untuk Qaisar.Sedikit bantuan dari kita akan sangat berarti untuk biaya pengobatan dan tindakan medis yang harus segera ia jalani.
Klik Donasi Sekarang
Masukan Nominal Donasi
Pilih Metode Pembayaran
Dapatkan Laporan Via Email
Kamu juga bisa bagikan galang dana ini agar semakin banyak do’a dan dukungan yang terkumpul. Aamiin

Disclaimer: Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memenuhi segala kebutuhan pengobatan Qaisar dan kebutuhan keluarga lainnya. Selain itu akan digunakan untuk para penerima manfaat lainnya di bawah naungan Yayasan Ruang Harsa Bestari