Tubuh Gemetar, Menahan Lapar Bantu Larisi Pempek Abah Edi!

Tubuh Gemetar, Menahan Lapar Bantu Larisi Pempek Abah Edi!

Rp 4.210.000
terkumpul dari Rp 30.000.000
92 Donatur
78 hari lagi
Donasi Sekarang!
Terakhir diperbarui pada 26 August 2026 12:00 WIB

Penggalang Dana

Call To Action Indonesia

Lembaga Resmi Terverifikasi

Kerjasama Campaign Iklan Berbayar

Penerima Manfaat dan Penggalang Dana telah menyetujui untuk menggunakan sebagian dana yang terkumpul untuk dilakukan optimasi di sosial media oleh pihak ketiga agar dapat menjangkau lebih banyak kontribusi publik.

Deskripsi

13 August 2026


Coba bayangin... Di usia 75 tahun, saat kebanyakan orang mungkin ingin lebih banyak istirahat di rumah, Abah Edi masih harus mendorong gerobak pempeknya. karena kalau Abah nggak jualan, besok mau makan dari mana? Sudah lebih dari 30 tahun Abah Edi jualan pempek. Dulu, dari pagi sampai sore Abah masih kuat keliling mencari pembeli, tapi sekarang kondisinya sudah jauh berbeda. Tubuh Abah dipenuhi eksim kering. Gatalnya bukan main sampai beberapa bagian tangannya luka karena terus digaruk. Leher, kaki, dada, paha, sampai tangan Abah nggak luput dari penyakit itu.



Tapi Abah tetap berusaha jualan, Bahkan sekarang Abah cuma sanggup jualan dari pagi sampai siang karena tubuhnya sudah nggak sekuat dulu. Kalau Nggak Jualan, Abah Nggak Punya Uang Buat Makan Apalagi jualan pempek Abah juga nggak selalu laku. Kalau lagi sepi Abah cuma dapat Rp5 ribu sehari, Kadang cuma satu atau dua pembeli. Pempek yang nggak laku pun bisa basi dan akhirnya nggak bisa dijual lagi. Ada satu cerita Abah yang sampai sekarang bikin hati terasa sesak. Saat dagangan nggak laku dan perutnya sudah lapar, Abah makan timun yang biasa dia jual, Timun yang seharusnya jadi dagangan malah jadi pengganjal perutnya sendiri.



Sakit... 

Tapi Abah Tetap Memaksa Kerja, Selama sekitar 3 bulan, Abah bahkan sempat nggak bisa jualan karena kondisi tubuhnya. Tapi setelah agak membaik, Abah kembali mendorong gerobaknya. karena Abah cuma nggak punya pilihan lain, Kalau terlalu lelah, tangan Abah bisa tremor, Kalau rasa gatalnya kambuh, Abah nggak kuat melanjutkan jualan dan memilih pulang. Penglihatannya juga mulai kabur, sementara pendengarannya semakin berkurang. Dan di tengah kondisi seperti itu... Abah masih berusaha untuk nggak meminta-minta. Abah cuma ingin tetap bisa mencari uang dari tenaganya sendiri.



Rumah Abah Pun Sedang Terancam, Abah tinggal berdua bersama istrinya, Mak Anah. Mereka cuma tinggal di sebuah kontrakan kecil dengan biaya Rp550 ribu setiap bulan. Masalahnya, sudah lebih dari 3 bulan kontrakan itu belum dibayar, Abah bahkan takut bertemu pemilik kontrakan karena khawatir ditagih, Kalau terus dibiarkan, Abah dan istrinya bisa kehilangan tempat tinggal. Padahal penghasilan Abah saja kadang cuma Rp5 ribu sehari. Mau bayar kontrakan dari mana? Mau berobat dari mana? Mau makan pun harus tetap mikir besok.


Di Usia Senja, Abah dan Istri Berjuang Sendiri, Abah Edi nggak punya anak kandung. Dulu Abah dan Mak Anah sempat punya anak angkat, Tapi sudah lebih dari 5 tahun mereka ditinggalkan. Di saat orang tua biasanya berharap bisa ditemani anak ketika sudah tua, Abah dan Mak Anah justru harus melewati masa tua mereka berdua saja.



Sekarang, Abah Butuh Kita, Abah membutuhkan bantuan untuk pengobatan penyakit kulitnya yang semakin parah. Selain itu, bantuan juga akan digunakan untuk membantu melunasi tunggakan kontrakan dan mendukung Abah agar bisa memiliki usaha yang lebih layak dan nyaman untuk dijalankan. Mungkin bagi kita, Rp10 ribu atau Rp20 ribu terasa kecil. Tapi buat Abah, bantuan itu bisa berarti obat untuk luka yang sudah lama menahan gatal. 



Yuk, bantu Abah Edi. Nggak perlu menunggu punya uang banyak, kalau dikumpulkan bersama, bisa jadi pertolongan besar buat Abah. Klik tombol “Bantu Abah Edi” di bawah ini dan ikut ringankan beban Abah di masa tuanya. Semoga dari bantuan yang kita titipkan hari ini, Allah balas dengan kebaikan yang jauh lebih besar.

Bantu Abah dengan cara:


1. Klik tombol “DONASI SEKARANG”;

2. Masukkan nominal donasi;

3. Pilih metode pembayaran GoPay atau transfer Bank (transfer bank BNI, Mandiri, BCA, BRI, BNI Syariah, atau kartu kredit) dan transfer ke no. rekening yang tertera;

4.Dapatkan laporan melalui email.

Disclaimer : Informasi, opini dan foto yang ada di halaman galang dana ini adalah milik dan tanggung jawab penggalang dana. Jika ada masalah/kecurigaan silakan lapor kepada kami disini.

Doa & Donasi Teman Peduli

Anonim

24 August 2026 05:06
Rp 20.000
Amin
Bismillah hasbunallah Wani'mal wakil
JADI#SirkelBaik

BADAN GEMETAR!! Bantu Kakek Penjual Pempek Berjuang Demi Bisa Makan

Call To Action Indonesia
Telah mengajak 7 orang berdonasi
Rp 500.000

Di Usia 75 Tahun, Abah Edi Masih Jual Pempek Meski Tubuh Sering Gemetar

Call To Action Indonesia
Telah mengajak 7 orang berdonasi
Rp 200.000